Selasa, 13 September 2011

Happy Moon Cake Day

Let's celebrate Moon Cake Festival, hopefully the earth full of loving caring people to all kind being.
This is the folk-story about "Chung Chiu Chiek" and the moral teaching behind it.

Merayakan Pertemuan Dua Sejoli Lewat Kue Bulan

Festival Moon Cake yang akan jatuh pada 12 September 2011, kue bulan atau kue Tiong Ciu Phia biasanya dengan mudah kita temui dimana-mana.

Kue berbentuk bulat berwarna agak kecokelatan yang rasanya manis dan muncul setahun sekali itu ternyata menyimpan legenda cinta.



Alkisah hidup seorang pemanah sakti bernama Hou Yi.
Pada masa itu bumi dikitari oleh 10 matahari yang bergantian menyinari dan menghangati bumi.
Namun suatu hari kesepuluh matahari itu muncul secara bersamaan, sehingga
panas yang dirasakan di bumi sudah tak tertahankan.

Kaisar lalu memerintahkan Hou Yi untuk memanah ke - 9 matahari. Singkat cerita
Hou Yi berhasil melaksanakan tugasnya dan diganjar hadiah berupa cairan keabadian. Sesampai di rumah, Hou Yi menceritakan keberhasilannya kepada istrinya, Chang-E.

Chang-E rupanya juga berminat pada cairan tersebut dan meminumnya sampai habis. Akibatnya ia menjadi ringan dan tertiup angin, Hou Yi berusaha menarik istrinya namun tidak berhasil, tubuh Chang-E terus terbawa naik sampai ke bulan. Sejak itu ia menjadi Dewi Bulan.

Hou Yi lalu menjadi sedih dan kesepian sepeninggal istrinya. Keduanya baru bisa bertemu setiap hari ke - 15 bulan ke - 8 penanggalan China, saat itu bulan bulat penuh dan bersinar sangat terang.

Tradisi perayaan moon cake (kue bulan) merupakan tradisi untuk merayakan pertemuan dua sejoli tersebut. Cerita tersebut merupakan salah satu versi
dari sekian banyak versi cerita lain.

Biasanya masyarakat etnis China merayakan moon cake festival bersama keluarga. Mereka menikmati kue bulan sambil ditemani chinese tea yang
rasanya pahit. Bahkan di Singapura bnyk yg merayakannya di taman sambil membaca puisi-puisi romantis.

Happy Moon Cake Festival

Tidak ada komentar:

Posting Komentar