Tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menyelamatkanmu.
Pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengarmu.
Namun sudah benarkah yang dilakukan tanganmu.
Sudah benarkah yang didengarkan telingamu.
Baju zirah-Nya adalah keadilan.
Di kepala-Nya ada ketopong keselamatan.
Dia mengenakan pakaian pembalasan.
Dia menyelubungkan jubah kecemburuan.
Saat matahari terbenam takutlah kepada nama-Nya.
Saat matahari terbit lihatlah kemuliaan-Nya.
Seperti arus dari tempat sempit kedatangan-Nya.
Semua kehidupan tergantung oleh nafas-Nya.
Peganglah perjanjian-Nya dengan dirimu.
Roh-Nya pasti menghinggapi rohmu.
Firman-Nya ditaruh dalam mulutmu.
Dan tidak akan meninggalkan mulutmu.
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar