Seorang yang najis bibirnya.
Tinggal di bangsa yang najis bibirnya.
Namun matanya telah melihat-Nya.
Melihat Raja alam semesta.
Lalu mendengar suara-Nya itu
Siapakah yang akan diutus-Ku.
Siapakah yang mau pergi untuk-Ku. Maka sahutnya utuslah aku.
Dia kembali mendengar suara-Nya.
Mereka melihat dengan matanya.
Mereka mendengar dengan telinganya.
Semoga mengerti dengan hatinya.
2511121. Kebijakan Sejenak. Mendengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar