Selasa, 11 Agustus 2026

2608121. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Rabu Pekan Biasa XIX, 12 Agt 2026
PF S. Yohana Frasiska dari Chanta
l
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




*MENDENGARKAN ada 3 tingkat :*

*1. *Mendengar pakai telinga*_  
Suaranya masuk, tapi pikiran kita kemana-mana.  

*2. *Mendengarkan pakai hati*
Ini "mendengarkan": Fokus, tidak memotong pembicaraan, dan berusaha mengerti perasaan orang yang berbicara.  

*3. *Mendengarkan Tuhan* = diam, baca Firman, berdoa, terus peka sama bisikan Roh Kudus karena menyediakan waktu khusus buat mendengarkan Bapa.
Seperti Yesus di *Matius 14:23* _"...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri"_.  

*CIRI ORANG YANG PANDAI MENDENGARKAN:*

1.  *Diam dulu sebelum jawab* - Amsal 18:13 _"...siapa memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan"_
2.  *Tidak segera memberikan solusi* - Kadang orang hanya perlu butuh didengarkan bukan dinasehati.
3.  *Bisa ingat detailnya

*MENDENGARKAN ITU BENTUK MELAYANI.*
Waktu kita mendengarkan orang, kita bilang tanpa kata: _"Kamu penting. Ceritamu penting."_  

*Mendengarkan = Telinga + Hati + Waktu*




*Saya membayangkan bagaimana perasaan nabi Yehezkiel mendengarkan Tuhan berseru dengan suara nyaring kepada enam malaikat-Nya untuk memukul sampai mati,
(semua orang yang tidak ditandai T), tanpa merasa sayang dan belas kasihan. Dimana orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, dibunuh dan dimusnahkan.

Sebelum penghukuman, Tuhan bersabda kepada malaikat yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya, "Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem
dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana."


Dan kepada malaikat yang lain, nabi Yehezkiel mendengar Tuhan berkata,
"Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan mulai menghukum, tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku."


Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang dibunuh di depan Bait Suci.
Lalu mereka pergi ke luar
dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
(Kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci
dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka
ada bagian yang berbentuk tangan manusia).




*Saya membayangkan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka."



Ternyata Tuhan Maha Baik memberikan kesempatan setiap orang untuk bertobat dari dosa-dosanya. Hal yang baik untuk semua umat-Nya. Pointnya apakah saya mau bertobat sesudah mendengarkan atau kembali berbuat dosa lagi karena berpikir masih ada kesempatan.



*Ya Tuhan Allahku...
Kemuliaan-Mu mengatasi langit ciptaan-Mu.
Terpujilah hamba-Mu dan nama-Mu. 

Kiranya nama-Mu dimasyhurkan selalu.

*Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya.
Terpujilah nama-Mu sang pencipta.
Engkau tinggi mengatasi segala bangsa.
Kemuliaan-Mu mengatasi langit semesta.

*Siapakah seperti Tuhan Allahku.
Engkau diam di tempat tinggi-Mu.

Namun Engkau merendahkan diri-Mu.
Melihat ke langit dan ke bumi itu.

Amin.



#



Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar