Kamis, 13 Agustus 2026

2608141. Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Jumat Pekan Biasa XIX, 14 Agt 2026
PW S. Maksimilianus Maria
Kolbe, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yeh 16:1-15.60.63
Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6
Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13
Bacaan Injil: Mat 19:3-12



Secara umum, dapat dikatakan:
*Bercerai / Menceraikan* = *mengakhiri ikatan pernikahan secara sah di mata hukum dan agama*

*Bercerai:* Memutuskan pernikahan, bisa atas kesepakatan berdua.

*Menceraikan:Tindakan salah satu pihak yang memutuskan pernikahan.


*Kenapa orang bercerai?*
1. *Komunikasi putus* 
2. *Perselingkuhan / KDRT*
3. *Beda tujuan hidup (anak, uang, agama, tempat tinggal)*
4. *Ekonomi (biasanya sulit)* 
5. *Sudah tidak ada cinta & respect* 


*Proses Perceraian melalui Pengadilan Negeri (& Agama) di Indonesia*
1. *Cerai Talak* - Suami yang mengajukan ke Pengadilan Agama.
2. *Cerai Gugat* - Istri yang ajukan gugatan ke Pengadilan
3. *Cerai Kesepakatan* - Dua-duanya sepakat, tetap harus disahkan hakim Pengadilan Negeri (& Agama)
Setelah putusan keluar → dapat Akta Cerai, sehingga secara hukum sudah bukan suami istri.

*Bercerai ≠ Gagal sebagai manusia*  
Kadangkala bercerai itu justru bentuk tanggung jawab, daripada anak lihat orang tuanya ribut/ berkelahi tiap hari.

*Bercerai ≠ Benci*  
Banyak yang bercerai tetapi tetap co-parenting yang baik buat anak.

*Bercerai = Berani mengakui bahwa "bersama" sudah tidak membuat kedua-duanya bertumbuh lagi, tujuannya bukan menyakiti, tetapi membuat kedua-duanya bisa hidup lebih tenang.


Itu adalah pendapat secara umum, lalu bagaimana dengan agama katolik (kristen) yang menentang perceraian?

Alkisah, orang-orang Farisi datang mencobai Yesus tentang perceraian. 
Yesus berkata bahwa 
1. Pernikahan itu dari dua menjadi satu.
2. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Orang-orang Farisi mencoba membalas perkataan-Nya,
"Jika demikian,
mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai
jika orang menceraikan isterinya?"

Kata Yesus kepada mereka,
"Karena ketegaran hatimu
Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,
tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tetapi Aku berkata kepadamu,
'Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,
lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah'."


"... Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti."


Saya tidak mengerti dulu.
Sekarang saya baru tahu.
Rencana Tuhan baik selalu.
Masalahnya apakah saya mau.



"Aku mengingat perjanjian-Ku denganmu.
Aku memperlakukanmu seperti yang berlaku.

Namun engkau mengingkari sumpah dan  perjanjianmu.
Seharusnya engkau merasa malu.

Aku mengingat perjanjian-Ku pada masa mudamu.
Perjanjian kekal yang Kuteguhkan bagimu.
Barulah engkau teringat kelakuanmu.

Seharusnyalah engkau merasa malu.

Aku meneguhkan perjanjian-Ku denganmu.
Engkau mengetahui bahwa Akulah Tuhanmu.

Bila engkau teringat-ingat masa lampau.

Seharusnya engkau merasa malu.
 


*Ya Tuhan Allahku...
Aku terhibur saat surut murka-Mu
. Engkaulah Allah sumber keselamatanku.
Dengan tidak gementar kupercaya kepada-Mu.

*Tuhan Allah kekuatan dan mazmurku.
Engkau telah menjadi keselamatanku.

Aku menimba Air hidup-Mu.
Dengan girang dari mata air keselamatan-Mu.

*Kubersyukur kepada-Mu dan kupanggil nama-Mu.
Di antara bangsa-bangsa kuberitahukan karya-Mu.
Kumasyhurkan ketinggian dan keluhuran nama-Mu.

*Kumuliakan dan kuserukan karya-Mu.
Sebab Allah Yang Mahakudus di tengah-tengahku.

Amin.
#



Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar