Senin, 02 Februari 2026

2601037. *Meninggalkan Harvard Untuk Papa.*




*Kisah seorang putri yang meninggalkan beasiswa Harvard untuk merawat ayahnya yang stroke di kampung—mengajarkan bahwa "Mari ikutlah Aku" kadang berarti meninggalkan "jala emas" dan membawa terang ke dalam kegelapan keluarga yang hancur.*

*Maria (25 tahun)* baru diterima beasiswa S2 full di Harvard University—impian semua orang. Total nilai 2 miliar rupiah. Keluarganya di Flores bangga luar biasa.

Tapi sebulan sebelum berangkat, *Papanya (52 tahun)* stroke berat. Lumpuh total. Mamanya meninggal 5 tahun lalu, jadi tidak ada yang urus Papa.

Kakaknya *Andreas (28 tahun)* sudah berkeluarga dan kerja di Jakarta. "Maria, aku tidak bisa pulang. Aku harus kerja. Kamu kan belum nikah, kamu yang urus Papa."

"Tapi Kak, aku ada beasiswa Harvard! Ini kesempatan sekali seumur hidup !" protes Maria.

"Maria, Papa lebih penting dari Harvard !. Kamu egois !" bentak Andreas.

Maria bingung. 
Ia berdoa berhari-hari. "Tuhan, apa yang harus aku lakukan ?"

Dalam doa, ia teringat Injil Matius: Yesus memanggil Simon dan Andreas yang sedang menebarkan jala. "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jala mereka.

"Harvard adalah 'jala emas'ku," bisik Maria. "Tapi Tuhan memanggil aku pulang untuk Papa."

Maria mengumumkan keputusannya: ia tolak beasiswa Harvard dan pulang kampung urus Papa.

Keluarga besar marah. "Maria gila !. Membuang 2 miliar dan Harvard untuk urus orang tua yang sudah tua !. Egois !".

Teman-temannya shock. "Maria, kamu bisa sewa caregiver (pengasuh)! Jangan buang masa depanmu!"

Tapi Maria tenang. "Yesus berkata 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.' Aku harus bertobat dari egoisku—mengejar karir dan melupakan Papa."

Ia pulang kampung. 2 tahun merawat Papa—memandikan, menyuapi, mengajak bicara meski Papa tidak bisa jawab.

Tapi sesuatu ajaib terjadi. Kampung yang dulu gelap—banyak anak putus sekolah, pemuda mabuk—mulai berubah karena Maria.

Setiap sore, setelah urus Papa, Maria mengajar anak-anak kampung gratis. Ia ajari mereka bahasa Inggris, matematika, bahkan coding. 50 anak yang dulu putus asa kini punya harapan.

Maria juga mulai program kesehatan gratis—cek tekanan darah, gula darah, edukasi stroke untuk orang tua. Ratusan keluarga terbantu.

Yang paling mengharukan: Papa Maria—yang lumpuh—mulai tersenyum melihat putrinya melayani. Dan perlahan, Papa pulih. Setahun kemudian, Papa bisa bicara lagi. 18 bulan kemudian, Papa bisa jalan dengan walker.

"Maria," bisik Papa dengan air mata, "Maafkan Papa. Kamu korbankan Harvard untuk Papa."

Maria memeluk Papanya. "Papa, aku tidak korbankan apa-apa. Aku dapat yang lebih berharga: Papa pulih, dan kampung kita jadi terang."

2 tahun kemudian, program Maria jadi perhatian nasional. Kementerian Pendidikan datang, lalu UNESCO, lalu bahkan... Harvard.

Profesor dari Harvard datang ke kampung Maria. "Maria, kami dengar apa yang kamu lakukan. Kami tawarkan kamu beasiswa lagi—tapi kali ini untuk program Ph.D. Community Development. Kamu bisa research (meneliti) di kampungmu sendiri."

Maria tersenyum. "Terima kasih, Professor. Tapi saya harus tanya Papa dan komunitas saya dulu."

Papa, yang sudah bisa jalan, berkata dengan bangga, "Maria, pergilah. Kamu sudah bawa terang ke kampung ini. Sekarang bawa terang ke dunia."

Komunitas kampung membuat surat dukungan: "Maria mengajarkan kami: meninggalkan 'jala emas' untuk mengikut panggilan bukan pengorbanan, tapi penemuan harta yang lebih berharga."

Andreas, kakaknya yang dulu marah, datang dengan menangis. "Maria, maafkan aku. Aku yang egois. Kamu meninggalkan Harvard dan membawa terang bagi Papa dan kampung kita. Kamu mengajarkan aku arti 'ikutlah Aku'—bukan mengejar karir, tapi mengikut panggilan."

Maria akhirnya ke Harvard untuk Ph.D.—tapi dengan Papa yang pulih, kampung yang berubah, dan hati yang penuh syukur.

"Injil Matius mencatat: Yesus berkeliling mengajar, memberitakan Injil, menyembuhkan. Aku belajar: ikut Dia bukan duduk di kelas teologi, tapi turun ke kegelapan—keluarga yang hancur, kampung yang putus asa—dan bawa terang," kata Maria dalam wisudanya di Harvard 4 tahun kemudian.

Dan semua belajar: "Mari ikutlah Aku" kadang berarti meninggalkan "jala emas"—tapi yang kita dapat jauh lebih berharga: terang bagi yang dalam kegelapan.


Seperti nubuat Yesaya "Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar" (Yesaya 9:1).
   Maria membawa terang bagi kampung yang kegelapan.

Minggu, 01 Februari 2026

2602025.  JAWABAN.  TTS ANGKA.  2601074

2602025.  JAWABAN.  TTS ANGKA.  2601074

2602024. TTS ANGKA. BERHADIAH.

2602024. TTS ANGKA. BERHADIAH.

2602023. JAWABAN.  SUDOKU. 2601062. 

2602023. JAWABAN.  SUDOKU. 2601062. 

2602022. SUDOKU. BERHADIAH

2602022. SUDOKU. BERHADIAH

2602021. Sejenak Bijak. Janganlah menangis dan berdukacita. 

 Lakukanlah keadilan kepada semua.
  Janganlah memeras tetapi berikanlah haknya.
  Janganlah menindas yatim dan janda.
 Janganlah menumpahkan darah mereka.


 Janganlah menangisi karena kematiannya.
  Janganlah berdukacita karena dia.
  Tangisilah yang merantau bekerja.
  Mungkin takkan kembali ke kotanya. 


#2602021. Sejenak Bijak. Janganlah menangis dan berdukacita. 



Jumat, 30 Januari 2026

2601311. Sejenak Bijak. Berkuasa melakukan pembalasan.


  Apabila Engkau menyertai aku.
  Seperti pahlawan yang gagah aku.
  Tersandung jatuh para pengejarku.
  Mereka akan menjadi malu.


  Mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
   Sebab mereka gagal disana.
   Suatu noda yang selama-lamanya.
  Noda tidak terlupakan oleh mereka.


  Engkau yang menguji kebenaranku.
  Engkau melihat hati dan batinku.
  Engkau berkuasa melakukan pembalasan-Mu.
  Maka kuserahkan perkaraku kepada-Mu.



#2601311. Sejenak Bijak. Berkuasa melakukan pembalasan.





2601301. Kuasa mendatangkan bencana.

  Dia berkuasa mendatangkan bencana.
  Seluruh malapetaka dapat menimpa.
  Bilamana tetap berkeras kepala.      Tidak mendengarkan atau mengabaikan perkataan-Nya.


#2601301. Kuasa mendatangkan bencana.





Rabu, 28 Januari 2026

2601294. TTS ANGKA. JAWABAN. 

2601294. TTS ANGKA. JAWABAN

2601295. JAWABAN TTS ANGKA 2601064. 

2601295. JAWABAN TTS ANGKA 2601064. 

2601293. JAWABAN SUDOKU2601062. 

2601293. JAWABAN SUDOKU2601062. 

2601292. SUDOKU. BERHADIAH. 

2601292. SUDOKU. BERHADIAH. 

2601291. Bagaikan bejana tanah liat di tangannya.


 Bagaikan bejana tanah liat di tangannya.
  Apabila bejana itu rusak buatannya.
  Tukang periuk kembali mengerjakannya.
  Menjadi bejana lain yang baik menurutnya.


  Imam tidak akan kehabisan pengajarannya.
  Orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihatnya.
  Nabi tidak akan kehabisan firmannya. 
  Pengkotbah tidak akan kehabisan perkataannya.


  Dia memperhatikan dan mendengarkanku.
  Dia mengetahui segala rancanganku.
  Dia mengampuni dan menghapuskan dosaku.
  Saat kutersandung Dia menolongku.
  


#2601291. Bagaikan bejana tanah liat di tangannya.





2601284. TTS ANGKA. BERHADIAH. 

2601284. TTS ANGKA. BERHADIAH. 

2601283. JAWABAN SUDOKU 2601044. 

2601283. JAWABAN SUDOKU 2601044. 

26011282. SUDOKU. BERHADIAH. 

26011282. SUDOKU. BERHADIAH. 

Selasa, 27 Januari 2026

2501281. Sejenak Bijak. Diberkatilah yang mengandalkan-Nya.

Terkutuklah yang mengandalkan manusia.
 Yang hanya mengandalkan kekuatannya.
  Yang hatinya menjauh daripada-Nya.
  Mereka bagaikan lilin menyala.


 Diberkatilah yang mengandalkan Dia.
  Yang menaruh harapannya pada-Nya.
 Bagaikan sinar matahari mereka.
 Bersinar menerangi yang disekelilingnya.


 Atau seperti pohon di tepi sungai.
 Yang akarnya merambat ke sungai.
  Daunnya tumbuh silih berganti. 
  Menghasilkan buah tiada henti.
  

  Dia menyelidiki hati manusia.
  Dia menguji batin manusia.
  Dia membalas setimpal langkahnya.
  Setimpal dengan hasil perbuatannya.


 Bila Dia berkenan menyembuhkan aku.
  Maka pasti sembuhlah aku.
  Atas perkenanan-Nya selamatlah aku.
 Maka aku memuji-Nya selamanya.
  

#2501281. Sejenak Bijak. Diberkatilah yang mengandalkan-Nya.





Senin, 26 Januari 2026

2601275. JAWABAN TTS ANGKA 2512234. 

2601275. JAWABAN TTS ANGKA 2512234.