Sabtu, 13 Juni 2026

*KISAH NYATA Mengharukan Dari Mesir*

_(Ditulis oleh: Syeikh Abdullah Al Hazimi)_


Seorang petugas kebersihan setiap hari meletakkan sebungkus makanan dan sejumlah uang di dalam tempat sampah, agar seorang ibu miskin tidak perlu mencari sisa-sisa makanan di depan anak-anaknya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa hari ketika sang ibu berhenti datang, akan mengungkap sebuah rahasia yang membuatnya menangis seperti belum pernah ia tangisi di sepanjang hidupnya.
------------

_Pemilik kisah ini bercerita :_

Sudah bertahun-tahun yang lalu, aku bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah kawasan pinggiran kota. Kami berjumlah 6 orang, dan setiap pagi berkeliling menggunakan truk kecil untuk mengosongkan tempat-tempat sampah di depan rumah warga.
Pekerjaan itu berat. Bau sampah menyengat. Banyak orang berlalu-lalang seolah-olah kami tidak ada. Namun aku tetap bersyukur, karena aku yakin rezeki yang halal, meskipun melelahkan. Jauh lebih mulia daripada meminta-minta kepada manusia.

Suatu hari, ketika kami tiba di sebuah lingkungan yang tenang, seperti biasanya aku turun dari truk untuk mengosongkan tempat sampah. Saat mendekati salah satunya, aku tiba-tiba terdiam.
Aku melihat seorang wanita berdiri di samping tempat sampah itu. Dengan tangan gemetar ia mengais-ngais isinya, mengumpulkan sisa-sisa makanan ke dalam sebuah kantong tua.
Di belakangnya berdiri 7 anak. 4 laki-laki dan 3 perempuan.
Wajah mereka pucat. Mata mereka tertuju kepada tangan ibu mereka, seakan sedang menunggu secercah harapan dari tumpukan sampah.
Aku terpaku.
Aku tidak ingin mendekat agar tidak membuatnya merasa malu. Aku juga tidak ingin memanggil siapa pun agar rekan-rekanku tidak melihatnya.
Aku hanya berdiri dari kejauhan sambil menahan air mata.
Wanita itu mencari sisa-sisa makanan dengan tergesa dan penuh rasa malu. Ia mengambil sepotong roti, sedikit sayuran, dan beberapa sisa makanan yang masih bisa dimakan. Sesekali ia menoleh ke kanan & kiri dengan cemas, seolah kemiskinan adalah kejahatan yang harus disembunyikan.
Setelah selesai, ia menggandeng anak-anaknya dan pergi dengan cepat, seakan ingin melarikan diri dari pandangan manusia sebelum lari dari bau sampah itu sendiri.

Ketika aku mendekati tempat sampah tersebut, hatiku terasa hancur.
Aku juga seorang ayah.
Aku tahu bagaimana rasanya melihat seorang anak kelaparan dan menatap orang tuanya dengan penuh harapan.
Keesokan harinya kami kembali ke tempat yang sama.
Aku segera berlari menuju tempat sampah itu sebelum rekan-rekanku tiba. Aku khawatir ada yang melihat wanita itu lalu melukainya dengan kata-kata atau pandangan yang merendahkan.

Dan benar saja.
Ia datang lagi.
Wanita yang sama.
Anak-anak yang sama.
Rasa malu yang sama.
Dan kelaparan yang sama yang tak mengenal belas kasihan.

Sejak hari itu aku memutuskan untuk menolongnya, tetapi dengan cara yang tidak merendahkan martabatnya.

Sesampainya di rumah, aku berkata kepada istriku:
_"Besok tolong siapkan makanan yang banyak. Roti, nasi, daging ayam kalau ada, dan apa pun yang bisa kita masukkan ke dalam kantong"._
Istriku bertanya,
_"Untuk siapa?"_
Aku menjawab,
_"Untuk seorang ibu yang mencari makanan di tempat sampah demi memberi makan anak-anaknya"._
Istriku terdiam sesaat.
Lalu ia masuk ke dapur.

Keesokan paginya ia menyerahkan sebuah kantong hitam besar berisi makanan yang masih baik dan tertata rapi. Aku pun menambahkan sejumlah uang ke dalamnya.
Aku meminta sopir agar kami mendatangi lingkungan itu terlebih dahulu.
Sebelum wanita itu datang, aku meletakkan kantong hitam tersebut di dalam tempat sampah pada posisi yang mudah terlihat, lalu bersembunyi agak jauh.

Beberapa menit kemudian wanita itu datang bersama anak-anaknya.
Dan seperti biasa ia mulai mencari-cari.
Lalu ia menemukan kantong itu.
Dengan hati-hati ia membukanya.
Saat melihat makanan bersih dan sejumlah uang di dalamnya, tangannya seketika berhenti.
Ia memandang ke sekeliling dengan bingung dan takut.
Kemudian ia memeluk kantong itu erat-erat di dadanya dan menangis dalam diam.
Sementara anak-anaknya menatap makanan itu dengan mata berbinar, seolah menemukan hari raya di dalam sebuah kantong hitam.

Hari itu ia tidak mengambil apa pun dari tempat sampah.
Ia membawa kantong tersebut pulang sambil mengusap air matanya.
Sedangkan aku berdiri dibalik truk dan menangis.
Tetapi kali ini aku menangis karena bahagia.
Sejak hari itu aku melakukan hal yang sama setiap pagi.
Aku menaruh makanan dan uang dalam kantong hitam di tempat yang sama.
Aku melihatnya dari kejauhan mengambil kantong itu, menyaksikan kebahagiaan di wajah anak-anaknya, lalu kembali bekerja seolah aku telah memiliki seluruh dunia.

Bahkan setiap akhir bulan aku menyisihkan hampir setengah gajiku untuk mereka.
Padahal gajiku tidak besar.
Namun aku selalu berkata dalam hati:
_"Aku masih punya rumah, istri, dan kehidupan yang layak. Sedangkan ia memiliki 7 anak dan rasa lapar yang tidak bisa menunggu"._

Bulan demi bulan berlalu.
Beberapa tahun telah berlalu.
Lalu aku mulai menyadari sesuatu yang aneh.
Awalnya ia selalu datang bersama dengan ke 7 anaknya.
Kemudian ia mulai datang sendirian.
Aku sempat senang.
Mungkin anak-anaknya sudah bersekolah, pikirku.
Atau mungkin ia tidak ingin mereka melihat ibunya mencari makanan di dekat tempat sampah.
Aku terus meletakkan kantong itu setiap hari.

Hingga suatu saat ia tidak datang lagi.
Sehari.
Dua hari.
Seminggu.
Kantong yang kutinggalkan tetap berada di tempatnya, tidak ada yang mengambil.
Aku mulai cemas.
Hatiku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
Aku bertanya tentang dia kepada beberapa penduduk sekitar, tetapi aku tidak tahu namanya.

Aku hanya bisa berkata:
_"Seorang wanita yang biasa datang ke tempat sampah di ujung jalan"._
Akhirnya seorang lelaki tua berkata:
_"Mungkin yang kau maksud itu Ummu Khalid. Seorang janda dengan banyak anak. Tapi sudah lama kami tidak melihatnya"._

Aku segera pergi ke rumah yang ditunjukkan lelaki itu.
Rumahnya sederhana.
Pintunya tua.
Dindingnya kusam.
Aku mengetuk pintu.
Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun membukanya.
Aku bertanya,
_"Apakah Ummu Khalid tinggal di sini?"_
Wajahnya langsung berubah.
_"Apakah bapak mengenal ibu saya?"_
Aku menjawab terbata-bata,
_"Aku...pernah membantunya dari jauh"._

Ia mempersilakanku masuk.
Ketika masuk, mataku tertuju pada sebuah foto wanita itu yang tergantung di dinding.
Foto itu dihiasi dengan pita hitam.
Saat itu aku langsung mengerti.
Pemuda itu berkata dengan suara sedih,
_"Ibu kami telah meninggal 2 bulan yang lalu"._

Kakiku terasa lemas.
Aku duduk dan air mata mengalir tanpa bisa kutahan.

Lalu ia berkata,
_"Sebelum meninggal, ibu selalu bercerita tentang seorang lelaki yang tidak pernah ia kenal. Lelaki yang selalu meletakkan makanan & uang dalam kantong hitam. Ibu selalu berkata, "Dia adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk anak-anakku"."_

Aku tak sanggup berkata apa-apa.
Kemudian seorang gadis datang membawa sebuah kotak kecil.
Ia berkata,
_"Ibu meninggalkan ini untuk pemilik kantong hitam. Ia berpesan, jika suatu hari lelaki itu datang, berikanlah kepadanya"._

Aku membuka kotak itu dengan tangan gemetar.
Di dalamnya ada secarik surat tua, beberapa keping uang receh, dan foto anak-anaknya ketika masih kecil.

Aku membuka surat itu.
Isinya:
_"Untuk lelaki yang menjaga kehormatanku sebelum memberi makan anak-anakku..._
_Aku tidak mengenal namamu, tetapi Tuhan mengenalmu._
_Aku mencari-cari makanan di tempat sampah dengan hati yang hancur karena malu. Namun engkau membuatku pulang seolah aku membeli makanan itu dengan tanganku sendiri._
_Engkau tidak hanya menyelamatkanku dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan anak-anakku dari melihat ibunya dalam keadaan terhina._
_Maafkan aku karena tidak sempat berterima kasih kepadamu semasa hidupku. Dan setelah aku tiada, doakanlah aku"._

Aku tidak sanggup lagi melanjutkan membaca, karena tangisku semakin pecah.
Namun kejutan terbesar belum berakhir.

Putra sulungnya memegang tanganku lalu berkata:
_"Paman, anda tidak tahu apa yang telah anda lakukan. Uang yang anda berikan membuat kami bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya menjadi guru. Adik perempuan saya menjadi perawat. Adik laki-laki saya menjadi insinyur. Kami semua tumbuh dengan mendengar ibu berkata: "Jangan pernah lupakan pemilik kantong hitam itu!"."_

Aku menangis lebih keras lagi.
Aku tidak pernah menyangka bahwa makanan yang kutaruh di dalam tempat sampah ternyata menjadi sebab berubahnya masa depan satu keluarga.

Lalu pemuda itu berkata:
_"Ibu berpesan, jika kami menemukan anda suatu hari nanti, sampaikan satu kalimat ini:_
_"Anda tidak memberikan sisa harta anda kepada kami, tetapi anda telah memberikan kehidupan kepada kami"._

Aku keluar dari rumah itu sebagai orang yang berbeda.
Aku hanyalah seorang petugas kebersihan biasa.
Aku tidak memiliki harta yang banyak.
Tidak memiliki jabatan yang tinggi.
Namun hari itu aku memahami bahwa rahmat dan kasih sayang yang lahir dari hati dapat mencapai tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Sejak saat itu, setiap kali aku melihat tempat sampah, aku tidak lagi melihat sampah semata.
Aku melihat seorang ibu yang berjuang mencari makanan untuk anak-anaknya.
Aku melihat sebuah kantong hitam kecil yang menjadi jalan keselamatan.

Dan aku berkata dalam hati:
_"Seseorang tidak harus menjadi kaya untuk memberkati hidup orang lain. Terkadang cukup dengan melihat penderitaan mereka, lalu menolong tanpa membuka aib dan tanpa merendahkan martabatnya"._



Semoga KISAH NYATA ini menginspirasi hidup kita.
 🙏🏻😇

#



Uploaded Image

Kamis, 11 Juni 2026

2606121. Teruslah bergerak dan berjalan. 

*Naik ke gunung dengan berjalan.
Langkah mengajarkan tentang jalan.
Teruslah bergerak selama berjalan.  
Perjalanan alam menikmati keindahan.
  

#


Uploaded Image

Minggu, 07 Juni 2026

2606081. Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.

Saat aku merenung sendiri.
Aku seorang pemarah dan iri.
Tidak rela saat mengampuni.
Namun selalu minta diampuni.


Ketika dipanggil untuk melayani.
Aku pergi melarikan diri.
Sifat-Mu pengasih dan penyayang ini.
Panjang sabar mengasihi dan mengampuni.


Engkau berlimpah kasih setia.
Tak rencana mendatangkan malapetaka.
Kepada yang menyesal dosanya.
Pengampunan-Mu selalu ada tersedia.


Bagaimana mungkin bisa bersama.
Bila memiliki banyak beda.
Kasih menghilangkan perbedaan rasa.
Kemurahan membuat kesempatan tercipta.


#Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.

Uploaded Image

Kamis, 04 Juni 2026

2606051. Tuhan sang pencipta lautan.

*Angkatlah dan campakkanlah aku.
Maka laut tidak menyerangmu. Akulah penyebab badai menyerangmu.
Diangkatlah lalu dicampakkannya dia itu.


Seketika berhenti mengamuklah lautan.
Maka takutlah kepada TUHAN.
Persembahkanlah korban bagi TUHAN.
Tuhan sang pencipta lautan.


#



Uploaded Image

Selasa, 02 Juni 2026

2606031. Bila saatnya tiba.

Bila saat pemulihan tiba.
Kota-kota dibangun dan didiaminya.
Kebun anggur ditanami dan dinikmati anggurnya.
Kebun buah dibuat dan dinikmati buahnya.


Bila saat menanam tiba.
Tanah menghasilkan pada waktunya.
Semua akan bergembira ria.
Kerja keras menghasilkan Panen raya.



Uploaded Image


#



Senin, 01 Juni 2026

2506021. Kelaparan akan mendengarkan firman. 


Waktunya akan datang menurut ramalan.
Akan ada negeri yang kelaparan.
Bukan kelaparan akan makanan. Melainkan akan mendengarkan firman. 


Uploaded Image


#Kelaparan akan mendengarkan firman. 


Kamis, 28 Mei 2026

2605281. Melangkah bersama menghadapi bahaya.


Seekor singa mengaum mendapat mangsa.
Singa muda bersuara dari sarangnya.
Jika sudah menangkap mangsa.
Semua takut mendengar Auman singa.


Dua orang berjalan bersama.
Memenuhi janji mereka bersama.
Melangkah bersama menghadapi bahaya.
Terasa ringan bila bersama.


 #


Uploaded Image


Selasa, 26 Mei 2026

2605271. Benar atau merasa benar.

Bila tiga perbuatan jahat.
Mungkin kejahatan sampai empat.
Melarikan diri pilihan cepat.
Kesempatan digunakan di saat tepat.


Saat kebaikan tertutup kejahatan.
Kejahatan menjadi suatu kebenaran.
Kekuasaan menjadi suatu kesempatan.
Laksana tertutup awan keadilan.


Besarnya uang menjadi keputusan.
Tangisan dilakukan orang miskin.
Tinggal menunggu pahlawan kebenaran.
Keberanian untuk merubah keadaan.
 

#



Uploaded Image

Senin, 25 Mei 2026

2605261. Mengatasi perbuatan jahat diperlukan tindakan tegas.

Karena tiga perbuatan jahat.
Bahkan perbuatan jahatnya empat. 
Diantaranya perbuatan membelah perut.
Maka diambil keputusan cepat.


Perbuatan begal tiada ampun.
Tanpa memandang usia dan perempuan.
Maka tindakan tegas diperlukan.
HAM begal atau keselamatan.


#Mengatasi perbuatan jahat diperlukan tindakan tegas.


Uploaded Image


2605251. Matahari bulan gelap gulita. Bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

*Matahari bulan gelap gulita.
Bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
Saat orang lupa dirinya.
Berpikir dan berbuat sesukanya.


 #

Uploaded Image

Jumat, 22 Mei 2026

2605231. Dengarlah dan pasanglah telinga. 

*Dengarlah dan pasanglah telinga. 
Biarlah anak-anak mendengar cerita.
Biarlah mereka saling bicara.
Tentang penyerangan suatu bangsa.


*Penyerangan yang kuat tentaranya.
Seperti tidak terbilang banyaknya.
Mereka bagaikan gigi singa.
Bagaikan taring singa betina.


*Merataplah seperti anak dara.
Seperti telah ditinggal kekasihnya.
Kekasih hati di masa muda.
Telah pergi tanpa suara.


#



Uploaded Image

Kamis, 21 Mei 2026

2605221. Bertobatlah bila tergelincir kesalahan. Bawalah serta kata-kata penyesalan.

*Bertobatlah bila tergelincir kesalahan.
Bawalah serta kata-kata penyesalan.
Bertobatlah sungguh kepada Tuhan.
Mintalah ampun segala kesalahan.


Uploaded Image

  
*Semoga Dia memulihkan penyelewengan.
Semoga Kasih-Nya kembali dijulurkan.
Semoga surut dari kemurkaan.
Seperti embun penuh kesegaran.


*Siapa saja yang bijaksana.
Semoga dapat memahami semuanya.
Semoga jalan Tuhan diketahuinya.
Semoga orang mampu menempuhnya.

  
#



Selasa, 19 Mei 2026

*Bergumul dengan Malaikat dan juara.
Ia memohon belas kasihan-Nya.
Di Betel ia bertemu dengan-Nya
Di sanalah Tuhan berfirman kepadanya.


*Berbaliklah segera kepada Allahmu.
Peliharalah kasih setia dan hukum-Ku.
Dan nantikanlah senantiasa Allahmu.
Allah Pencipta akan menyertaimu.


#



Uploaded Image


Senin, 18 Mei 2026

2605191. Aku Pencipta Yang Kudus di tengah manusia.

* Dikasihi saat masih muda
Dipanggil-panggil dengan setia.
Diangkat kuk beban yang ada.
Diberi makanan yang ada.


*Tidak dilaksanakan murka yang bernyala-nyala.
Sebab Aku ini Pencipta.
Yang Kudus di tengah-tengah manusia.
Tidak datang untuk menghanguskan dunia.


#Aku Pencipta Yang Kudus di tengah manusia.



Uploaded Image

2605181. Bagaikan pohon anggur riap tumbuhnya. Yang menghasilkan banyak buahnya.

*Bagaikan pohon anggur riap tumbuhnya,
Yang menghasilkan banyak buahnya.
Makin banyak kesesatan dibuatnya.
Makin baik tanahnya makin berhala.


*Menaburlah sesuai dengan adilnya.
Menuailah menurut kasih setia.
Bila membuka tanah rata.
Ingatlah mengolah pada waktunya. 



#



Uploaded Image

Jumat, 15 Mei 2026

2605161. Menabur angin akan menuai puting beliung.

Bila Anda menabur angin
Akan menuai puting beliung.
Gandum yang belum menguning.
Tidak akan menghasilkan tepung.


#


Uploaded Image

  

Kamis, 14 Mei 2026

2605151. Semua tergantung hati dan pikiran.

*Setelah melatih dan menguatkan lengan.
Ada yang merancang kejahatan.
Ada yang merancang kebaikan.
Semua tergantung hati dan pikiran.

Uploaded Image


*Awalnya dari hati dan pikiran.
Lalu mulai keluar perkataan.
Mendapatkan waktu dan kesempatan.
Mencoba melakukan suatu tindakan.
Rutinitas menjadikan sebuah kebiasaan.


#

Selasa, 12 Mei 2026

2605131. Singa muda siap menerkam setiap mangsa.

Jika manusia seperti singa.
 Lincah seperti Singa muda.
 Siap menerkam setiap mangsa.
 Lari tanpa melepaskan mangsanya.


Bila saatnya kembali ke sarangnya.
Tempat dia mencari ketenangannya.
Beristirahat dari segala kesesakannya.
Dia selalu menjaga sarangnya.


#



Uploaded Image