Minggu, 06 September 2026

2609074. Question and Answer TTS Angka.

2609074. Question and Answer TTS Angka. 

Uploaded Image Uploaded Image

2609073. Question and Answer SUDOKU.

2609073. Question and Answer SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

2609072. Seluruh ciptaan berubah sesuai waktunya.


 Seluruh ciptaan berubah sesuai waktunya.
  Karena taat kepada perintah-Nya.
  Jika tahu sungguh bahagia.
Sehingga tidak mendapat celaka.



Ke padang rumput kumpulan kuda.
  Mereka melonjak-lonjak bagaikan anak domba.
  Mereka memuji Sang Pencipta.
Penguasa yang menyelamatkan mereka.



#



Uploaded Image

2609071. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal-Ku serta mendengar suara-Ku.

Senin Pekan Biasa XXIII, 07 Sep 2026
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Kor 5:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-6.7.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Luk 6:6-11




Tergetar hatiku saat membaca surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus,
tentang jangan menyombongkan diri, diantaranya karena berbuat cabul begitu rupa.
Perbuatan / Ragi yang sedikit ini dapat meresapi seluruh adonan.
Maka buanglah ragi yang lama,
supaya menjadi adonan yang baru,
yang tidak beragi.
Marilah kita berpesta, dengan roti yang tidak beragi,
yaitu kemurnian dan kebenaran.
Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih.


Ini menyadarkan saya bahwa tidak benar pikiran berbuat salah sedikit, tidak apa-apa, karena daging/ manusia lemah dan Tuhan Maha Rahim, tetapi berusahalah hidup suci bersama Tuhan.


Dan saya seringkali berpikir perlu menghormati hari Sabat/ lainnya jadi menunda pekerjaan baik. Saya membayangkan mungkin saya seperti Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang mengamat-amati Yesus,
kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat,
agar mendapat alasan untuk menyalahkan-Nya.

Yesus mengetahui pikiran mereka (saya).
Ia berkata kepada orang yang mati tangannya,
"Bangunlah dan berdirilah di tengah!"
Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah.

Lalu Yesus berkata kepada mereka (termasuk saya),
"Aku bertanya kepada kalian:
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
berbuat baik atau berbuat jahat?
Menyelamatkan orang atau membinasakannya?"


Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua (termasuk saya),
lalu berkata kepada orang sakit itu, "Ulurkanlah tanganmu!"
Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi (mungkin termasuk saya karena pikiran dan hati yang sempit).
Lalu mereka (termasuk saya) berunding,
apakah yang akan mereka (saya) lakukan terhadap Yesus (Orang hebat yang baik hati).


Saya merenung, seringkali ketidakmampuan / keterbatasan pikiran bisa membuat keputusan yang salah.



*Ya Tuhan Allahku...
Bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Engkau tidak berkenan akan kefasikanku.

Engkau benci terhadap kejahatanku.

Engkau jijik melihat penipuanku.

*Aku mau berlindung pada-Mu.
Berkenanlah Engkau menaungi daku.
Aju bersukaria dan mengasihi nama-Mu.
Aku bersukaria karena kasih-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

2609061. Allah mendamaikan dunia dengan diri Kristus dan Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Minggu Pekan Biasa XXIII, 06 Sep 2026
Bacaan I: Yeh 33:7-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9
Bacaan II: Rom 13:8-10
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




Salah satu yang menarik 'saya' dari ajaran kristen adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia,
karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Hal lainnya yang menjadi pemikiran & tantangan 'saya', adalah Nubuat Yehezkiel:
Jika 'saya' tidak berkata apa-apa kepada orang jahat,
Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari 'saya', pada waktu-Nya.
Berarti saya' harus memperingatkan orang jahat supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi...
* Jika ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya,
tetapi 'saya' telah menyelamatkan nyawa 'saya'
* Jika ia bertobat, saya' telah menyelamatkan nyawa 'saya' (dan dirinya).

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
¹Jika ia mendengarkan nasihatmu,
engkau telah mendapatnya kembali.
²Jika ia tidak mendengarkan engkau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan ³jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai".





* Ya Tuhan Allahku...
Aku mendengar suara-Mu sekarang.
Aku bernyanyi-nyanyi bagi-Mu.
Bersorak-sorai bagi keselamatanku.

Dengan nyanyian mazmur kubersorak-sorai bagi-Mu.
Kumasuki dan kubersujud menyembah di hadapan Tuhan.
Aku mendengar suara-Mu  dan takkan mencobai dan menguji-Mu,
Sebab Engkaulah Tuhan Allahku,

Amin.



#



Uploaded Image

Rabu, 02 September 2026

2609021. Tuhan  mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Rabu Pekan Biasa XXII, 02 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 3:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13.14-15.20-21
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Luk 4:38-44





*Saya tertarik dengan Manusia Duniawi vs Manusia Rohani*  

*Bila Sumber hidupnya beda. Lalu Tujuannya beda. Hasilnya pasti beda.*

_*BAGAIMANA PINDAH DARI DUNIAWI KE ROHANI?_
1.  *Lahir Baru* - Perlu Roh Kudus 
2.  *Penuhi Roh Kudus tiap hari
3.  *Matikan kedagingan*

Ternyata manusia rohani bisa jatuh, tapi dia cepat bertobat dan bangkit lagi.

*Manusia duniawi* seperti HP tanpa charger (pakai baterai sendiri, cepat habis).  

*Manusia rohani* seperti HP yang selalu 'colok' (sumbernya dari Tuhan jadi tidak habis-habis).

Yesus menghendaki kita menjadi manusia rohani yang bisa diutus-Nya untuk mewartakan Injil Allah.



Menarik Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:
Dahulu aku tidak dapat berbicara kepada kalian
sebagai manusia rohani,
tetapi hanya kepada manusia duniawi
yang belum dewasa dalam Kristus.

Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu,
bukanlah makanan keras,
sebab kalian belum dapat menerimanya.
 
Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya,
karena kalian masih manusia duniawi.
Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, itu menunjukkan,
bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi.
Sebagian merasa dari golongan Paulus,
yang lain merasa dari golongan Apolos,
hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani.

Apolos dan Paulus,
Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman,
masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Aku yang menanam, Apolos yang menyiram,
tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu
yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,
melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama.
Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya.
Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah;
sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.




Suatu ketika Yesus pergi ke rumah Simon.
Adapun ibu mertua Simon sakit deman keras,
dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia.
Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu,
lalu menghardik demamnya.
Segera penyakit itu meninggalkan dia.
Wanita itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam,
semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus.
Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing
dan menyembuhkan mereka.
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak,
"Engkaulah Anak Allah."

Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara,
karena mereka tahu bahwa Ia Mesias.

Yesus berkata kepada mereka,
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah
sebab untuk itulah Aku diutus."





*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah bangsa
yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Engkau.

Suku bangsa yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Engkau memandang dari surga dan melihatku.
Engkaulah yang membentuk hatiku.

Dan memperhatikan segala pekerjaanku.

Jiwaku menanti-nantikan-Mu.

Engkaulah penolong dan perisaiku.
Karena-Mu bersukacitalah hatiku.

Aku percaya kepada kekudusan nama-Mu.
Engkaulah Tuhan Allah kekuatanku.

Amin.


#



Uploaded Image

Selasa, 01 September 2026

2609011. Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Selasa Pekan Biasa XXII, 01 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 2:10b-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 4:31-37




*Siapa saja yang tahu Yesus Kristus itu Tuhan?*  
Jawabannya: 
ada yang sadar sejak awal, 
ada yang baru ngerti belakangan,
 ada yang sampai sekarang masih nolak.


*Tahu karena wahyu*: 
Bapa, Roh Kudus, Malaikat, Maria  
*Tahu karena melihat mujizat*:
 Murid, orang banyak  
*Tahu karena kebangkitan*: 
Gereja awal. 

*Akan tahu semua orang*: 
Waktu Yesus datang kembali.

*Tidak mau tahu/ menolak*: 
Karena hati yang keras

*Kuncinya bukan cuma "tahu di kepala"*  
Setan juga tahu Yesus Tuhan. 

Yang diselamatkan adalah *mengaku + percaya + ikut* 

 *Roma 10:9*
_“Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu... maka kamu akan diselamatkan”_



Kisah menarik terjadi ketika 
Yesus pergi ke Kapernaum, di Galilea.
Yesus mengajar pada hari Sabat, orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,
sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di rumah ibadat itu, seorang yang kerasukan setan berteriak dengan suara keras,
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah."


Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya,
"Diam, keluarlah dari padanya!"

Maka setan menghempaskan orang itu
ke tengah-tengah orang banyak,
lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.

Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain,
"Alangkah hebatnya perkataan ini!
Dengan penuh wibawa dan kuasa
Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat,
dan mereka pun keluar."


Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.



Roh menyelidiki segala sesuatu,
bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Tiada manusia yang tahu
apa yang terdapat di dalam dirinya 
selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia.

Tiada orang yang tahu,
apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Kita menerima roh yang berasal dari Allah,
supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Kami menjelaskan hal-hal rohani
kepada mereka yang mempunyai Roh,
kami berbicara tentang karunia-karunia Allah
dengan perkataan yang diajarkan kepada kami
bukan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Kami memiliki pikiran Kristus.

Manusia duniawi
tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.
Ia tidak dapat pula memahaminya,
sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Sebab manusia rohani menilai segala sesuatu.

"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,
sehingga ia dapat menasihati Dia."





*Ya Tuhan Allahku
Engkau adil dalam segala tindakan-Mu.
Engkau pengasih dan penyayang kepadaku.

Engkau panjang sabar dan besar kasih setia-Mu.

Engkau baik kepada semua umat-Mu.
Engkau penuh rahmat terhadap ciptaan-Mu.

Segala yang Kaujadikan itu bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Kami mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
Kami membicarakan keperkasaan-Mu.

Memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu abadi dan lestari 
pemerintahan-Mu. 

*Engkau setia dalam segala perkataan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkaulah penopang bagi semua umat-Mu.

Engkau penegak dalam kelemahanku.

Amin.



#



Uploaded Image

Minggu, 30 Agustus 2026

2108311. Roh Tuhan menyertaiku untuk mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Senin Pekan Biasa XXII, 31 Agt 2026
Bacaan I: 1Kor 2:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:97.98.99.100.101.102
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
Bacaan Injil: Luk 4:16-30




Saya merenung sesaat, teringat singkatan kata SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), suatu istilah sikap keakraban seseorang yang merasa dekat walaupun baru dikenalnya. Tapi ada juga orang yang merasa "terlalu kenal" sama seseorang sampai tidak melihat kuasa "Allah" bisa kerja lewat dia.

 *Seperti orang Nazareth yang merasa "terlalu kenal" Yesus.* Mereka lihat Yesus tumbuh dari bayi. Tahu bapaknya tukang kayu, tahu keluarganya. Jadi di kepala mereka: _“Dia cuma anak Yusuf, masa bisa jadi Mesias?”_ Mereka terjebak sama penampilan luar. Mereka tidak percaya Allah bisa pakai orang "biasa". Mereka mau Yesus jadi "tukang sulap" buat Nazareth. Kalau di Kapernaum bisa, kenapa tidak bisa di sini ? Jawaban Yesus menarik dengan memberikan 2 contoh: *Naaman* dan *janda di Sarfat*. Orang asing yang justru terima mukjizat, bukan orang Israel. - *(Lukas 4:25-27)* Mereka mau berkatnya, tapi nggak mau bertobat. Iman mereka bersyarat. Yesus bongkar kemunafikan mereka. Mereka mau Mesias yang mengalahkan Romawi, bukan Mesias yang mengasihi musuh.

Lalu bagaimana dengan saya? Ternyata ada sebagian sifat orang Nazareth, tidak/ kurang percaya pada seseorang sampai dengan dia bisa membuktikan kemampuan dirinya. Saya juga terjebak _(mungkinkah itu sifat masyarakat umumnya?)_ Kebenaran seringkali tidak nyaman. Lebih gampang menolak Nabi/ orang daripada berubah. Saya seperti mereka yang menolak bukan karena kurang bukti, tetapi karena *hati yang keras + kesombongan*. 

Saya berharap ayat-ayat ini dapat mengingatkan saya.
*Lukas 4:30* _“Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”_  
Yesus tidak memaksa. Kalau saya menolak, Dia tetap jalan.
*Ibrani 3:15* _“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”*



Saya dikuatkan melalui surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus, yang menuliskan, 
ketika aku datang kepadamu,
aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat
untuk mewartakan kesaksian Allah kepada kalian.
Sebab aku telah memutuskan
untuk tidak mengetahui apa pun di antaramu
selain Yesus Kristus, Dia yang disalibkan...
Baik ajaran maupun pemberitaanku
tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,
tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia,
melainkan pada kekuatan Allah.




Saya membayangkan menjadi orang Nazareth, saat Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.
Yesus berdiri membacakan Kitab nabi Yesaya (yang diberikan) dan menemukan ayat-ayat berikut,
"Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab Aku diurapi-Nya
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Dan Aku diutus-Nya
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
penglihatan kepada orang-orang buta,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas;
Aku diutus-Nya memberitakan
bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang."
...
Lalu mata semua orang (termasuk saya) dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,
"Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu
pada saat kalian mendengarnya."

Semua orang membenarkan Yesus dan heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu kata mereka, "Bukankah Dia anak Yusuf?"
(Lalu semua orang mulai bergosip/ berbisik kepada teman disebelahnya)

Yesus '(mendengar dan)' berkata,
"Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,
'Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.
Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,
segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!"
 "Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,
'Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel
tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.
Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,
dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.



*Ya Tuhan Allahku ..
Betapa besar cintaku kepada Hukum-Mu.

Betapa kucintai Taurat-Mu.

Aku merenungkannya selalu.

*Perintah-Mu membuatku lebih bijaksana dari pada musuhku.
Maka selamanya perintah-Mu ada padaku.

Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku.

Sebab peringatan-Mu kurenungkan selalu.

*Aku lebih mengerti daripada penatua itu.
Sebab aku memegang titah-Mu.

Terhadap kejahatan kutahan kakiku.

Karena aku berpegang firman-Mu.

*Aku tidak menyimpang dari hukum-Mu,
Sebab Engkaulah yang mengajarku
.
Aku percaya kepada-Mu.
Engkaulah Tuhan dan Gembalaku.

Amin.


#



Uploaded Image

Kamis, 27 Agustus 2026

2608271. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah sebab kalian tidak tahu bilamana Dia datang.

Kamis Pekan Biasa XXI, 27 Agt 2026
PW S. Monika

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 1Kor 1:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44
Bacaan Injil: Mat 24:42-51




*Berjaga-jaga,* bisa diartikan sikap waspada dan siap setiap saat serta tidak lengah dalam keadaan apapun.
Berjaga-jaga itu bisa seperti bapak satpam yang menjaga saat malam hari, tidak tidur pas jam jaga, siaga memperhatikan sekeliling, tahu bila ada bahaya langsung sehingga siap bertindak bila ada apa-apa.

"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Matius 24:42), bisa berarti *Siap secara rohani*. Hidup dengan benar, menjaga iman karena tidak tahu kapan Tuhan datang atau kapan hidup berakhir/ dipanggil/ meninggal.
*Intinya ada 3 hal*
1. *Sadar* - Tahu apa yang lagi terjadi dalam hidup ini.
2. *Siap* - Iman dicerminkan dalam karakter dan dinyatakan dalam tindakan yang sudah selaras 
3. *Setia* - Terus konsisten dan persisten.

*Berjaga-jaga, dapat disimpulkan hidup dengan lampu menyala*. 



*Saya membayangkan menjadi salah satu murid saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Berjaga-jagalah,
sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini:
Jika tuan rumah tahu
pada waktu mana pencuri datang waktu malam,
pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu hendaklah kalian selalu siap siaga,
sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga."

"Berbahagialah hamba,
yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya datang.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia
menjadi pengawas segala miliknya..."


*Saya membayangkan menjadi salah satu jemaat Allah di Korintus yang menerima surat dari Paulus
(yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus), bahwa jemaat dikuduskan dalam Kristus Yesus
dan dipanggil menjadi orang-orang kudus.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita,
dan dari Tuhan Yesus Kristus
menyertai kalian.

Sebab di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan,
sesuai dengan kesaksian tentang Kristus
yang telah diteguhkan di antara kalian,
sehingga kalian tidak kekurangan dalam suatu karunia pun
sementara kalian menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus.
Dia juga akan meneguhkan kalian sampai kesudahannya,
sehingga kalian tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Sebab setialah Allah
yang telah memanggil kalian
kepada persekutuan dengan Putera-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.



Ya Allah Rajaku...
Aku hendak memuji nama-Mu 
Setiap hari aku memuji-Mu.

Selama-lamanya memuliakan nama-Mu.

Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

*Setiap angkatan memegahkan karya-Mu.
Dan selalu memberitakan keperkasaan-Mu.

Kukidungkan keagungan semarak kemuliaan-Mu.
Kunyanyikan keajaiban karya-karya-Mu.

*Kumaklumkan kedahsyatan kekuatan karya-Mu.
Kuceritakan kemasyhuran besarnya kebaikan-Mu. 
Semua bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

Amin.



#




Uploaded Image






Selasa, 25 Agustus 2026

2608251. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Selasa Pekan Biasa XXI, 25 Agt 2026
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10.11-12a.12b-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 23:23-26




Bacaan Injil hari ini membuat saya teringat lirik *"Berita Kepada Kawan" - karya Ebiet G. Ade* tahun 1980:

> Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih  ...
> Suci lahir dan di dalam batin...

"Telanjang dan bersih" maksudnya lepas dari kepalsuan, hidup apa adanya, dan tulus.



Saya membayangkan jika saya menjadi salah satu ahli Taurat dan kelompok orang Farisi yang ditegur '2' sabda Yesus pada waktu itu,

"Hai kamu orang munafik,
persepuluhan kalian bayar,
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan
Nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu
tetapi unta di dalamnya kalian telan.


Celakalah kalian, hai ahli Taurat dan orang Farisi,
yang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Bersihkanlah dahulu sebelah dalam,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.²"



Atau saya membayangkan sebagai umat Tesalonika yang menerima surat dari Paulus, sekitar tahun 50 M.
Dimana umat sedang terjadi kebingungan dan kegelisahan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
dan berkumpulnya kita dengan Dia,
Paulus minta, jangan lekas bingung dan gelisah,
baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat
yang dikatakan berasal dari kami,
seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Jangan sampai disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga.


Ia telah memanggil kalian lewat Injil
yang kami wartakan,
sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus,
Tuhan kita.
Sebab itu berdirilah teguh
dan berpeganglah pada ajaran-ajaran
yang kalian terima dari kami,
baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
menghibur dan memperkuat hatimu
dalam segala karya dan tutur kata yang baik,
sebab Allah mengasihi kita,
Ia memberi kita hiburan dan harapan baik
karena kasih karunia-Nya.
Amin.



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Engkaulah Raja karena dunia ditegakkan-Mu.
Engkau mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran-Mu.

*Biarlah bumi bersorak-sorai dan langit bersukacita.
Biarlah laut bergemuruh beserta segala isinya.
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya.

Biarlah segala pohon di hutan bersukacita.

*Biarlah mereka bersukacita di hadapan-Mu.
Sebab kedatangan-Mu untuk menghakimi bumi ku.
Engkau akan menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Kauhakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Mu.

Amin.


#





Uploaded Image

Minggu, 23 Agustus 2026

2608242. Sejenak Bijak. Harapan.

Harapan laksana sekam yang diterbangkan angin.
 Seperti buih angin ribut yang dihalaukan.
Harapan seperti asap yang dicerai-beraikan angin.
 Bagaikan tamu yang berlalu seperti kenangan.

Bila hidup dapat selama-lamanya.
 Bila mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.
Bila menerima kerajaan yang mulia.
 Bila di kepala terdapat mahkota. 

  
#



Uploaded Image

2608241. Seorang 'Israel' yang sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Senin Pekan Biasa XXI, 24 Agt 2026
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Why 21:9b-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b
Bacaan Injil: Yoh 1:45-51




*Percaya* itu bagi saya adalah _berani menyerahkan diri ke sesuatu/seseorang._

*1. Percaya = *yakin + aman + bersandar* 
- Berani duduk di kursi tanpa takut roboh.
- Berani cerita rahasia ke sahabat tanpa takut dibocorin.

*2. "Percaya" perlu proses & waktu, kejujuran, konsistensi, dan perlu bukti.

*3. *Percaya bisa sama diri sendiri /& sama orang lain 
/& sama Tuhan /& sama alam semesta /& sama proses.

*4. Percaya itu pilihan, perlu waktu, bila patah mungkin bisa disambung lagi, tapi percaya ≠ naif (Percaya itu seharusnya tidak buta, tetap pakai logika + batasan/ ukuran). 



* Saya membayangkan jika saya adalah Natanael.
Sekali peristiwa,
Filipus bertemu dengan Natanael (saya) dan berkata,
"Kami telah menemukan Dia,
yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,
yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Kata Natanael (aku) kepadanya,
"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Kata Filipus kepadaku, "Mari dan lihatlah!"

Melihat Natanael (aku) datang kepada-Nya,
Yesus berkata tentangku,
"Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Kata Natanael (aku) kepada Yesus,
"Bagaimana Engkau mengenal aku?"

Jawab Yesus kepadaku,
"Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Kata Natanael (aku) kepada-Nya,
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yesus menjawab, kata-Nya,
"Karena Aku berkata kepadamu
'Aku melihat engkau di bawah pohon ara',
maka engkau percaya?
Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!"

Lalu kata Yesus kepadaku,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka,
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."



Wow, it's amazing. Luar biasa bagi saya jika dapat melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah.



* Dan saya membayangkan jika saya adalah Yohanes (penulis Kitab Wahyu).

Kudengar malaikat berkata kepadaku.
Marilah kutunjukkan pengantin perempuan kepadamu.
Dibawanya ke atas gunung di dalam rohku.
Ia menunjukkan kota yang kudus kepadaku.

Yerusalem 'baru' turun dari surga dari Allah.
Kota yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Cahayanya seperti permata yaspis terindah.
Bagaikan kristal permata yang jernih.

Di Timur terdapat tiga pintu gerbang.
Di Utara tiga pintu gerbang.

Di Selatan tiga pintu gerbang.

Di Barat tiga pintu gerbang.

Jadi pintu gerbangnya ada dua belas.
Di atasnya ada malaikat dua belas.

Di atasnya tertulis nama suku Israel dua belas.
Temboknya mempunyai batu dasar dua belas.
Di atasnya tertulis nama rasul Anak Domba dua belas.


Wow, it's really amazing. Luar biasa juga bagi saya jika mendapat penampakan/ wahyu. Mungkin perlu kesucian hati. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.




*Ya Tuhan Allahku ..
Para kudus-Mu memaklumkan semarak mulia Kerajaan-Mu.
Segala yang Kaujadikan bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Mereka membicarakan keperkasaan-Mu.

Mereka memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.
Kerajaan abadi ialah Kerajaan-Mu.
Lestari melalui segala keturunan pemerintahan-Mu.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkau dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Mu.

Pada setiap orang yang setia berseru kepada-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Senin, 17 Agustus 2026

2608181. Yesus Kristus yang kaya telah menjadi miskin agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Selasa Pekan Biasa XX, 18 Agt 2026
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 28:1-10
Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-28,30.35c-36d
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 19:23-30




*Mengikuti* = jalan bersama, turut, dan meniru dari yang diikuti.

*Mengikuti = Meniru arah & langkah/ petunjuk seseorang*  

*Mengikuti = Follow / Subscribe*  dalam media sosial.

*Mengikuti Yesus = Murid-murid-Nya*
 _“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”_
*3 cirinya mengikuti Yesus:*
1.  *Dengar* → Baca Firman, doa
2.  *Turut* → Lakukan apa yang Yesus ajarkan, walau susah
3.  *Mirip* → Karakter kita makin hari makin seperti Yesus
 "Jalan bersama Dia tiap hari"

*Mengikuti = Akibat/ terpaksa dari sesuatu yang terjadi*  

*Mengikuti ada pemimpinnya, dan ada kerelaan pengikutnya untuk jalan di belakangnya.*



Engkau tinggi hati saat berkuasa.
Merasa diri Allah penguasa.

Padahal engkau itu manusia.
Hatimu menempatkan diri sama dengan-Nya.

Hikmatmu melebihi hikmat manusia biasa.
Tiada yang tersembunyi ataupun rahasia.

Hikmat dan pengertian menjadikanmu kaya.

Emas dan perak kaukumpulkan disana.

Aku membawa orang asing melawanmu
Mereka akan melawan hikmatmu.
Mereka akan menajiskan semarakmu.
Mereka akan membunuhmu.

Bagi penikammu engkau adalah manusia.
Engkau mati seperti orang biasa.
Mati terbunuh oleh orang biasa.

Akulah Allah yang mengatakannya.



Saya membayangkan keterkejutan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Sukar sekali bagi orang kaya
untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."


Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata,
"Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus memandang mereka dan berkata,
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau;
jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Kata Yesus kepada mereka, "Pada waktu penciptaan kembali,
apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya,
kalian yang telah mengikuti Aku,
akan duduk juga di atas dua belas takhta
untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya,
saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya,
akan menerima kembali seratus kali lipat
dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir,
dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."




*Ya Tuhan ...
Engkaulah yang berkuasa mematikan
Engkau pulalah yang menghidupkan.
Engkau berkuasa melenyapkan ingatan.

*Engkaulah yang melakukan semuanya.
Tiada manusia yang jaya.
Terbatas pengertian pada manusia.
Engkaulah yang punya kuasa.

*Tetapi Engkau mengenal umat-Mu.
Engkau mengetahui pikiran umat-Mu.
Engkau adil kepada umat-Mu.
Engkau sayang hamba-hamba-Mu.

*Amin.


#



Uploaded Image

Kamis, 13 Agustus 2026

2608141. Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Jumat Pekan Biasa XIX, 14 Agt 2026
PW S. Maksimilianus Maria
Kolbe, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yeh 16:1-15.60.63
Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6
Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13
Bacaan Injil: Mat 19:3-12



Secara umum, dapat dikatakan:
*Bercerai / Menceraikan* = *mengakhiri ikatan pernikahan secara sah di mata hukum dan agama*

*Bercerai:* Memutuskan pernikahan, bisa atas kesepakatan berdua.

*Menceraikan:Tindakan salah satu pihak yang memutuskan pernikahan.


*Kenapa orang bercerai?*
1. *Komunikasi putus* 
2. *Perselingkuhan / KDRT*
3. *Beda tujuan hidup (anak, uang, agama, tempat tinggal)*
4. *Ekonomi (biasanya sulit)* 
5. *Sudah tidak ada cinta & respect* 


*Proses Perceraian melalui Pengadilan Negeri (& Agama) di Indonesia*
1. *Cerai Talak* - Suami yang mengajukan ke Pengadilan Agama.
2. *Cerai Gugat* - Istri yang ajukan gugatan ke Pengadilan
3. *Cerai Kesepakatan* - Dua-duanya sepakat, tetap harus disahkan hakim Pengadilan Negeri (& Agama)
Setelah putusan keluar → dapat Akta Cerai, sehingga secara hukum sudah bukan suami istri.

*Bercerai ≠ Gagal sebagai manusia*  
Kadangkala bercerai itu justru bentuk tanggung jawab, daripada anak lihat orang tuanya ribut/ berkelahi tiap hari.

*Bercerai ≠ Benci*  
Banyak yang bercerai tetapi tetap co-parenting yang baik buat anak.

*Bercerai = Berani mengakui bahwa "bersama" sudah tidak membuat kedua-duanya bertumbuh lagi, tujuannya bukan menyakiti, tetapi membuat kedua-duanya bisa hidup lebih tenang.


Itu adalah pendapat secara umum, lalu bagaimana dengan agama katolik (kristen) yang menentang perceraian?

Alkisah, orang-orang Farisi datang mencobai Yesus tentang perceraian. 
Yesus berkata bahwa 
1. Pernikahan itu dari dua menjadi satu.
2. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Orang-orang Farisi mencoba membalas perkataan-Nya,
"Jika demikian,
mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai
jika orang menceraikan isterinya?"

Kata Yesus kepada mereka,
"Karena ketegaran hatimu
Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,
tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tetapi Aku berkata kepadamu,
'Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,
lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah'."


"... Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti."


Saya tidak mengerti dulu.
Sekarang saya baru tahu.
Rencana Tuhan baik selalu.
Masalahnya apakah saya mau.



"Aku mengingat perjanjian-Ku denganmu.
Aku memperlakukanmu seperti yang berlaku.

Namun engkau mengingkari sumpah dan  perjanjianmu.
Seharusnya engkau merasa malu.

Aku mengingat perjanjian-Ku pada masa mudamu.
Perjanjian kekal yang Kuteguhkan bagimu.
Barulah engkau teringat kelakuanmu.

Seharusnyalah engkau merasa malu.

Aku meneguhkan perjanjian-Ku denganmu.
Engkau mengetahui bahwa Akulah Tuhanmu.

Bila engkau teringat-ingat masa lampau.

Seharusnya engkau merasa malu.
 


*Ya Tuhan Allahku...
Aku terhibur saat surut murka-Mu
. Engkaulah Allah sumber keselamatanku.
Dengan tidak gementar kupercaya kepada-Mu.

*Tuhan Allah kekuatan dan mazmurku.
Engkau telah menjadi keselamatanku.

Aku menimba Air hidup-Mu.
Dengan girang dari mata air keselamatan-Mu.

*Kubersyukur kepada-Mu dan kupanggil nama-Mu.
Di antara bangsa-bangsa kuberitahukan karya-Mu.
Kumasyhurkan ketinggian dan keluhuran nama-Mu.

*Kumuliakan dan kuserukan karya-Mu.
Sebab Allah Yang Mahakudus di tengah-tengahku.

Amin.
#



Uploaded Image

Rabu, 12 Agustus 2026

2608131. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Kamis Pekan Biasa XIX, 13 Agt 2026
PF S. Hippolitus, Imam dan Martir
PF S. Pontianus, Paus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 12:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-59.61-62
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1



Suatu pemikiran positip menyatakan bahwa *Mengampuni* bisa berarti *melepaskan rasa sakit & marah ke orang yang menyakiti, tanpa menunggu dia minta maaf dulu*

*Tiga hal penting tentang mengampuni:*

*1. Mengampuni bukan berarti "melupakan"*  
Tetap ingat kejadiannya, tapi lukanya sudah tidak diungkit-ungkit tiap hari.

*2. Mengampuni bukan berarti "benar"*  
Mengampuni ≠ "yang dilakukan benar" tetapi berarti "menolak diracunin sama kebencian terus"

*3. Mengampuni bukan berarti "balikan"*  
Mengampuni dia tapi tetap menjaga jarak apalagi dia tidak berubah.
Ampuni = urusan hati. Hubungan = urusan pilihan.

*Kenapa susah mengampuni?*
Karena pikiran pendek merasa: "Kalau aku maafin, berarti dia yang menang"  
Padahal yang sebenarnya terjadi: *Kalau tidak maafin, kita yang kalah* karena kita terus membawa beban, susah tidur, kepikiran terus bisa menjadi penyakit.

Dibohongin temen → Marah 1 minggu, wajar.  
Marah 1 tahun → Yang rugi diri sendiri.  
Mengampuni = "Oke, aku sakit, tapi aku lepasin biar aku bisa jalan lagi"

*Di agama*
Islam: _"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?"_ Q.S An-Nur:22  

Kristen: _"Ampunilah kami seperti kami mengampuni"_  

Buddha: Kebencian nggak akan selesai dengan kebencian.

*Mengampuni = Hadiah yang dikasih ke diri sendiri* Buat ketenangan sendiri.



Kepadaku Yehezkiel Tuhan bersabda.
Engkau tinggal di tengah-tengah pemberontak disana.

Tidak melihat walau mempunyai mata.
Tidak mendengar walau mempunyai telinga.

Siapkanlah barang-barang seperti seorang buangan.
Siang hari berjalanlah seperti seorang buangan.
Berangkatlah dari tempatmu sekarang ke tempat lain.
Di depan mata berjalanlah seperti seorang buangan. 
 
Pada malam hari engkau sendiri harus keluar.
Seperti seorang pergi ke pembuangan luar.
Buatlah lubang untuk engkau keluar.
Taruhlah barangmu di bahumu dan bawa ke luar.

Engkau harus menutupi mukamu.
Sehingga tanah tidak dilihatmu.
Sebagai lambang Kubuat dirimu.
Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Jika kaum pemberontak itu bertanya kepadamu.
Beginilah sabda Tuhan Allah-Mu.

Aku menjadi lambang bagimu.
Yang kulakukan akan berlaku bagimu.



*Saya membayangkan diri menjadi Petrus yang bertanya kepada Yesus,
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kalikah?"


Yesus menjawab,
"Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan,
dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya,
raja lalu memerintahkan,
supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual
untuk membayar utangnya.
Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya,
"Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi."

Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.

Tetapi ketika hamba itu keluar,
ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berutang seratus dinar kepadanya.
Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya,
"Bayarlah hutangmu!"

Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya,
"Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi."

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara
sampai semua utangnya ia lunasi.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih,
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu
dan berkata kepadanya,
"Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan
karena engkau memohonnya.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau?"

Maka marahlah tuannya
dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,
sampai ia melunasi seluruh utangnya.

"Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu,
jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Pikiran saya, mengampuni adalah suatu hal yang sulit-sulit mudah. Kalau dia menyesal dan meminta maaf, mungkin akan mudah mengampuni. Yang sulit adalah masing-masing merasa benar sehingga sulit mengampuni. Ternyata bagi saya, mengampuni itu tidak mudah (tapi bukan tidak bisa, mungkin hanya perlu waktu).
:-)


*Ya Tuhan Allahku...
Mereka mencobai dan memberontak terhadap-Mu.
Mereka tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.

Mereka murtad dan berkhianat kepada-Mu.

*Mereka menyakiti hati-Mu.
Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan itu. 
Patung-patung membuat Engkau cemburu.
Maka Engkau menolak mereka itu.

*Engkau membiarkan mereka tertawan.
Engkau membiarkan mereka jatuh ke tangan lawan.

Engkau membiarkan mereka dimangsa pedang lawan.

Engkau murka sehingga memberikan peringatan.

*Ya Tuhan Allahku...
Takkan kulupakan karya-karya-Mu.
Engkau mengajarkan pengampunan kepadaku.
Ampunilah maka aku pun diampuni-Mu.

Amin.

#




Uploaded Image

Selasa, 11 Agustus 2026

2608121. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Rabu Pekan Biasa XIX, 12 Agt 2026
PF S. Yohana Frasiska dari Chanta
l
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




*MENDENGARKAN ada 3 tingkat :*

*1. *Mendengar pakai telinga*_  
Suaranya masuk, tapi pikiran kita kemana-mana.  

*2. *Mendengarkan pakai hati*
Ini "mendengarkan": Fokus, tidak memotong pembicaraan, dan berusaha mengerti perasaan orang yang berbicara.  

*3. *Mendengarkan Tuhan* = diam, baca Firman, berdoa, terus peka sama bisikan Roh Kudus karena menyediakan waktu khusus buat mendengarkan Bapa.
Seperti Yesus di *Matius 14:23* _"...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri"_.  

*CIRI ORANG YANG PANDAI MENDENGARKAN:*

1.  *Diam dulu sebelum jawab* - Amsal 18:13 _"...siapa memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan"_
2.  *Tidak segera memberikan solusi* - Kadang orang hanya perlu butuh didengarkan bukan dinasehati.
3.  *Bisa ingat detailnya

*MENDENGARKAN ITU BENTUK MELAYANI.*
Waktu kita mendengarkan orang, kita bilang tanpa kata: _"Kamu penting. Ceritamu penting."_  

*Mendengarkan = Telinga + Hati + Waktu*




*Saya membayangkan bagaimana perasaan nabi Yehezkiel mendengarkan Tuhan berseru dengan suara nyaring kepada enam malaikat-Nya untuk memukul sampai mati,
(semua orang yang tidak ditandai T), tanpa merasa sayang dan belas kasihan. Dimana orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, dibunuh dan dimusnahkan.

Sebelum penghukuman, Tuhan bersabda kepada malaikat yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya, "Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem
dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana."


Dan kepada malaikat yang lain, nabi Yehezkiel mendengar Tuhan berkata,
"Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan mulai menghukum, tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku."


Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang dibunuh di depan Bait Suci.
Lalu mereka pergi ke luar
dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
(Kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci
dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka
ada bagian yang berbentuk tangan manusia).




*Saya membayangkan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka."



Ternyata Tuhan Maha Baik memberikan kesempatan setiap orang untuk bertobat dari dosa-dosanya. Hal yang baik untuk semua umat-Nya. Pointnya apakah saya mau bertobat sesudah mendengarkan atau kembali berbuat dosa lagi karena berpikir masih ada kesempatan.



*Ya Tuhan Allahku...
Kemuliaan-Mu mengatasi langit ciptaan-Mu.
Terpujilah hamba-Mu dan nama-Mu. 

Kiranya nama-Mu dimasyhurkan selalu.

*Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya.
Terpujilah nama-Mu sang pencipta.
Engkau tinggi mengatasi segala bangsa.
Kemuliaan-Mu mengatasi langit semesta.

*Siapakah seperti Tuhan Allahku.
Engkau diam di tempat tinggi-Mu.

Namun Engkau merendahkan diri-Mu.
Melihat ke langit dan ke bumi itu.

Amin.



#



Uploaded Image

Senin, 10 Agustus 2026

2608111. Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agt 2026
PW S. Klara, Perawan

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14



*Survey sederhana, 
1. *Batas usia "anak kecil"* umumnya 1 - 9 tahun*  
Di atas 10 tahun udah mulai disebut "anak besar" / "pra-remaja".

Di UU Perlindungan Anak Indonesia, "anak" itu sampai usia 18 tahun. Tapi "kecil" biasanya yang belum puber.

*2. Sifat Anak Kecil Usia 1-9 tahun*

*A. Dari sisi Fisik & Otak*
1. *Rasa ingin tahunya tinggi*
2. *Meniru yang dilihat* 
3. *Energi hampir tiada habis-habis*
4. *Ingatan kuat walaupun pendek (Gampang lupa)*

*B. Dari sisi Emosi & Sosial*
1. *Jujur & polos*
2. *Egosentris*
3. *Gampang senang, gampang nangis* 
4. *Butuh validasi/ pujian* - 
5. *Imajinasi masih liar/ bebas*

*C. Dari sisi Moral*
1. *Belum paham benar-salah sepenuhnya* 
2. *Mau menang sendiri*
3. *Tulus menyayangin*

*Kesimpulan:*
*Anak kecil = Usia 1-9 tahun*  
*Sifat utamanya = Penasaran/ mau belajar, jujur, aktif, manja, butuh bimbingan*
Mereka itu kayak "spons"/ menyerap semua yang dilihat dan didengar.



*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.

Bukalah mulutmu.
Makanlah yang Kuberikan kepadamu.

*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.

Ditulisi timbal balik kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.

*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.

Maka kumakan gulungan kitab itu.
Rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

*Tuhan bersabda lagi kepadaku.
Pergilah kepada semua umat-Ku.
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.

Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.



*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.


Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."



*Karena faktor usia, saya membayangkan menjadi murid. Dan saya dikagetkan dengan perkataan Yesus di atas bahwa perlunya sikap seorang anak kecil dalam mengikuti-Nya, diantaranya merendahkan diri ('bukan rendah hati'). Merendahkan diri 'tidak' termasuk dalam hal positif dalam motivasi umumnya dan sikap orang dewasa yang mau berkuasa dan menjadi yang ter..'besar'.



*Ya Tuhan Allahku...
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.

Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.

*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Lebih berharga daripada ribuan emas itu.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.

Melebihi madu bagi mulutku.

*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.

Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.

Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.

Amin.


#


Uploaded Image

Minggu, 09 Agustus 2026

2608101. Barangsiapa mengikut-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan karena mempunyai terang hidup.

Senin Pekan Biasa XIX, 10 Agt 2026
Bacaan I: 2Kor 9:6-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26



Bagi saya, *Melayani hingga rela berkorban nyawa* artinya: 
*Memberikan diri sepenuhnya buat Tuhan dan sesama, sampai rela mengorbankan nyawa.*

*ADA 3 CIRI MELAYANI SAMPAI RELA BERKORBAN NYAWA:*

*1. *Prioritasnya Tuhan*
Mencontoh Yesus yang terus melayani ribuan orang dengan waktu, tenaga, sampai akhirnya nyawa-Nya di kayu salib.  , Namun tetap naik ke bukit buat berdoa. 
Yoh 15:13 - _"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"_

*2. *Tidak hitung untung rugi*
Petrus mau turun dari perahu pas badai karena perkataan Yesus mengajak berjalan di atas air.  
Melayani dengan pikiran: "Tuhan mau apa?"

*3. *Cinta harus lebih besar dari takut.*  
Di Mat 14:30, Petrus mulai tenggelam karena takut, maka dia berteriak "Tuhan tolong". 
Rela berkorban nyawa itu bukan tidak takut, tapi cintanya ke Tuhan _(& ke jiwa orang lain)_ lebih besar dari rasa takutnya.

*CONTOH DI HIDUP SEKARANG:*
1.  *Waktu*: Rela begadang doain temen yang sakit
2.  *Tenaga*: Melayani Bina Iman di hari Minggu walaupun kerjaan banyak. 
3.  *Harga diri*: Dihina karena iman, tapi tetap mengampuni.
4.  *Nyawa*: Mencontoh misionaris yang pergi ke daerah bahaya demi Injil

*"Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku" - Gal 2:20*

Yesus sudah kasih contoh duluan. Dia melayani sampai mati di salib. Sekarang giliran saya menjawab kasih-Nya.




Yang menabur sedikit saja.
Akan menuai sedikit pula.
Yang menabur banyak disana.
Akan menuai banyak disana.

Hendaklah memberi menurut kerelaan hatinya.
Janganlah memberi dengan terpaksa.

Dikasihi-Nya yang memberi dengan sukacita.

Dilimpahkan-Nya segala kasih karunia-Nya. 

Cukupkan diri dalam segala sesuatu.
Lebihkan di dalam berbagai kebajikanmu.

Berikan orang miskin dermamu.
Agar berkat-Nya tetap untukmu.

Dia akan menyediakan benihmu.
Dia akan melipatgandakannya untukmu.
Dia akan menumbuhkan buah-buahmu.
Selama Dia berkenan kepadamu.



*Saya membayangkan saya adalah salah satu murid-Nya, saat Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja;
tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku,
dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."


Bagi saya, ini berarti pengorbanan diri total dalam melayani tanpa memikirkan/ mencintai nyawa secara berlebihan.



*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah yang takwa kepada-Mu.
Yang suka segala perintah-Mu.

Kaupelihara dari anak hingga cucu.
Keturunan orang benar akan diberkati-Mu.

*Taruhlah belaskasihan dalam hatiku.
Memberikan pinjaman kepada sesamaku.
Melakukan urusan sepenuh hatiku.

Agar nanti dikenang selalu.

*Tambahkanlah ketabahan dalam hatiku.
Hati penuh kepercayaan kepada-Mu.

Teguhkan agar tidak takut hatiku.

Kuserahkan segala kekuatiranku kepada-Mu.

* Amin.


#



Uploaded Image