Senin, 22 Juni 2026
2606222. Sudah dekat waktunya.
2606221. Firman Tuhan itu hidup dan kuat serta menusuk ke dalam jiwa dan roh.
*Mungkin pelajaran bagi saya, saat orang Israel berdosa kepada Tuhan, Allah mereka,
yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir,
dari kekuasaan Firaun, raja Mesir,
tetapi mereka telah menyembah allah lain, hidup menurut adat istiadat
bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel.
Melalui Orang yang lebih tua/ bijaksana/ sahabat, saya percaya Tuhan telah memperingatkan saya seperti orang Israel dan Yehuda
dengan perantaraan nabi dan pelihat,
"Berbaliklah kalian dari jalan-jalanmu yang jahat itu;
dan tetaplah mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku,
sesuai dengan undang-undang
yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu,
yang telah Kusampaikan kepada mereka
dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi."
Tetapi mereka (baca: 'saya') tidak mau mendengarkan;
mereka (baca: 'saya') bertegar hati, tidak percaya kepada Tuhan, Allah.
Sebab itu (bila terus - menerus)
Tuhan akan murka kepada 'saya'
dan menjauhkan 'saya' dari hadapan-Nya.
Saya menyadari perkataan Yesus dalam khotbah di bukit,
"Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman
yang telah kalian pakai untuk menghakimi,
kalian sendiri akan dihakimi.
Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur,
akan ditetapkan pada kalian sendiri.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu,
'Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu',
padahal di dalam matamu sendiri ada balok?
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu."
*Pengalaman saya menunjukkan kebiasaan untuk menyalahkan orang lain (sebelum menyalahkan diri sendiri).
Janganlah murka tetapi pulihkanlah umat-Mu.
Janganlah menggoncangkan dan membelah bumiku.
mengalami penderitaanku.
Janganlah Engkau memberi anggur yang memusingkanku.
Janganlah Engkau membuangku.
Berikanlah pertolongan-Mu dan penyelamatan-Mu.
Senin Pekan Biasa XII
PF S. Yohanes Fisher, Uskup, dan S. Tomas More, Martir
PF S. Paulinus dari Nola, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Raj 17:5-8.13-15a.18
Mazmur Tanggapan: Mzm 60:3.4-5.12-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 7:1-5
Sabtu, 20 Juni 2026
2606202.Yesus Kristus yang kaya telah menjadi miskin agar kita menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
*Ditolong saat masih balita.
Kalender Liturgi 20 Jun 2026
Sabtu Pekan Biasa XI
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Taw 24:17-25
Mazmur Tanggapan: Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 6:24-34
*Yesus berkata dalam khotbah di bukit,
"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain,
atau ia akan setia kepada yang seorang
dan tidak mengindahkan yang lain.
Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
Janganlah kuatir akan hidupmu,
apa yang hendak kalian makan atau minum,
dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu,
apa yang hendak kalian pakai.
Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan,
dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?
Siapakah di antara kalian
yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja
pada jalan hidupnya?
Bapamu yang di surga tahu,
bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok,
karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Engkau mengikat perjanjian dengan orang pilihan-Mu.
Engkau bersumpah kepada Daud hamba-Mu.
Engkau menegakkan Daud hingga ke anak cucu.
*Engkau memelihara kasih setia-Mu.
Takhtanya bertahan sesuai kehendak-Mu.
*Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Mu.
Mereka tidak hidup menurut hukum-Mu.
Jika mereka langgar ketetapan-Mu.
Engkau tetap setia kepadanya.
Jumat, 19 Juni 2026
Senin, 15 Juni 2026
2606163. Sekilas Kisah Inspiratif Hattie May Wiatt*
*Sekilas Kisah Inspiratif Hattie May Wiatt (1877-1884)*
Hattie May Wiatt, seorang anak perempuan kecil berusia sekitar 7 tahun. Hattie May Wiatt lahir di keluarga miskin dan selalu tidak pernah mendapat tempat duduk di ruang Sekolah Minggu Gereja Temple Baptist pada sekitar tahun 1884.
Suatu hari, pendeta dari Gereja Temple Baptist tersebut melihat si Hattie kecil. Pendeta Russell H. Conwell mengajak Hattie masuk dan mencarikannya tempat duduk di ruangan yang penuh sesak dengan hiruk pikuk anak-anak.
Hattie sangat bersukacita karena akhirnya ia bisa mendengarkan kisah tentang Yesus Kristus. Ia memberitahukan orang tuanya akan harapannya, yaitu ada ruangan yang lebih besar di gereja supaya lebih banyak lagi anak-anak bisa mengikuti kelas Sekolah Minggu. Ia berjanji mulai menyisihkan uang jajannnya untuk harapannya itu.
Beberapa waktu berlalu, Hattie tiba-tiba jatuh sakit, lalu dipanggil pulang ke rumah Bapa di surga. Di hari pemakamannya, orang tua Hattie membawa kotak tabungannya Hattie dan menyerahkan uang 57 sen dan harapan Hattie kepada Pdt. Rusell.
Pendeta Russell H. Conwell terharu dengan tindakan kecil yang sudah diperjuangkan Hattie di tengah keterbatasan ekonominya. Hattie merelakan uang jajannya demi rumah Tuhan yang lebih besar.
Pendeta Russell H. Conwell dalam kotbahnya, membawa harapan Hattie kepada jemaatnya. Kemudian kisah Hattie yang mengharukan ini menjadi narasi yang dikisahkan dari para pengurus gereja, hingga menjadi buah bibir di kota Philadelphia, Amerika Serikat. Mereka yang digerakkan oleh cerita Hattie dengan segera mengalirkan dana sukarela ke kas gereja.
Akhirnya, bukan hanya ruangan Sekolah Minggu yang diperbesar, tetapi keseluruhan gereja berhasil direnovasi untuk menampung lebih banyak jemaat.
Hari ini, di kota Philadelphia, kita melihat gedung Temple Baptist Church yang bisa menampung tiga ribu jemaat, Temple College yang bisa menampung ribuan mahasiswa, serta Temple Hospital. Semua bentuk pelayanan dimulai dari 57 sen, dari harapan Hattie kecil, yang mengharapkan ruangan kelas Sekolah Minggu yang lebih luas. Uang 57 sen, dari dulu hingga sekarang, bukan nominal yang besar. Harapan yang tulus dari seorang anak telah memberikan pengaruh yang besar untuk & bagi kemuliaan Tuhan.
#