Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agt 2026
PW S. Klara, Perawan
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14
*Survey sederhana,
PW S. Klara, Perawan
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14
*Survey sederhana,
1. *Batas usia "anak kecil"* umumnya 1 - 9 tahun*
*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.
Bukalah mulutmu.
*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.
*Tuhan bersabda lagi kepadaku.

Di atas 10 tahun udah mulai disebut "anak besar" / "pra-remaja".
Di UU Perlindungan Anak Indonesia, "anak" itu sampai usia 18 tahun. Tapi "kecil" biasanya yang belum puber.
*2. Sifat Anak Kecil Usia 1-9 tahun*
*A. Dari sisi Fisik & Otak*
1. *Rasa ingin tahunya tinggi*
2. *Meniru yang dilihat*
3. *Energi hampir tiada habis-habis*
4. *Ingatan kuat walaupun pendek (Gampang lupa)*
*B. Dari sisi Emosi & Sosial*
1. *Jujur & polos*
2. *Egosentris*
3. *Gampang senang, gampang nangis*
4. *Butuh validasi/ pujian* -
5. *Imajinasi masih liar/ bebas*
*C. Dari sisi Moral*
1. *Belum paham benar-salah sepenuhnya*
2. *Mau menang sendiri*
3. *Tulus menyayangin*
*Kesimpulan:*
*Anak kecil = Usia 1-9 tahun*
*Sifat utamanya = Penasaran/ mau belajar, jujur, aktif, manja, butuh bimbingan*
Mereka itu kayak "spons"/ menyerap semua yang dilihat dan didengar.
*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.
Bukalah mulutmu.
Makanlah yang Kuberikan kepadamu.
*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.
Ditulisi timbal balik kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.
*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.
Maka kumakan gulungan kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.
*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.
Maka kumakan gulungan kitab itu.
Rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
*Tuhan bersabda lagi kepadaku.
Pergilah kepada semua umat-Ku.
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.
Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.
*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.
Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."
Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.
Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.
*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.
Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."
Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."
*Karena faktor usia, saya membayangkan menjadi murid. Dan saya dikagetkan dengan perkataan Yesus di atas bahwa perlunya sikap seorang anak kecil dalam mengikuti-Nya, diantaranya merendahkan diri ('bukan rendah hati'). Merendahkan diri 'tidak' termasuk dalam hal positif dalam motivasi umumnya dan sikap orang dewasa yang mau berkuasa dan menjadi yang ter..'besar'.
*Ya Tuhan Allahku...
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.
Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.
*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.
Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.
*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Lebih berharga daripada ribuan emas itu.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.
Melebihi madu bagi mulutku.
*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.
Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.
Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.
*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.
Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.
Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.
Amin.
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar