Minggu, 09 Agustus 2026

2608091. Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

Minggu, 9-Agustus-2026.


Salah satu kata yang menarik adalah kata *Percaya (keyakinan di hati tanpa harus melihat bukti dulu)*

*Menurut saya, ada 3 unsur utama dari "percaya":*

*1. Yakin*  
Merasa "ini benar" atau "saya/dia bisa" meskipun belum ada hasil.  


*2. Pasrah / Menyerahkan*  
Berani lepas kendali sedikit/ pasrah.  


*3. Ada hubungan*  
Percaya tidak muncul sembarangan tetapi pasti ada "kamu" dan "yang dipercaya".
Bisa ke Tuhan, ke orang, ke proses, ke diri sendiri.


*Percaya* = ada hati, ada keyakinan
*Percaya = Berani berharap + Berani kecewa*




*Dimanakah Tuhan berada.
Kisah Elia di gunung Horeb mengikuti Firman-Nya.
Angin besar dan kuat dirasakannya pertama.
Namun Tuhan tidak berada disana.

*Sesudah angin itu datanglah gempa.
Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada.
Sesudah gempa menyusullah api berikutnya.
Namun dalam api itu juga Tuhan tidak berada.

*Sesudah api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa.
Segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubahnya.

Elia ke luar dan berdiri di depan pintu gua.
Lalu berfirmanlah Tuhan kepadanya.



*Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.
Demi Kristus aku tidak berdusta.

Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh-Nya.

Bahwa aku sangat berdukacita.

*Demi saudara-saudaraku bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari-Nya.
Orang Israel telah diangkat menjadi anak-Nya.

Mereka telah menerima kemuliaan dan perjanjian-Nya.

Mereka itu keturunan bapa-bapa.

*Mereka yang menurunkan Mesias sebagai manusia.
Mesias yang mengatasi segalanya.

Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. 



*Inilah salah satu kisah favorit saya, Yesus berjalan di atas air. Saya membayangkan bila saya salah satu murid-Nya, Petrus.

Sesudah mengenyangkan 5.000 orang dengan roti dan menyuruh mereka pulang.
Yesus menyuruh murid-murid-Nya (termasuk saya) naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang.
Lalu Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.

Menjelang malam Yesus masih sendirian di bukit itu.
Perahu para murid (termasuk saya) sudah beberapa mil jauhnya dari pantai,
dan 'sedang' diombang-ambingkan gelombang,
karena angin sakal.

Kira-kira pukul tiga pagi, para murid (termasuk saya) terkejut melihat Yesus berjalan di atas air, maka 
para murid (termasuk saya) berteriak-teriak ketakutan sambil berseru, "Itu hantu!"

Tetapi Yesus segera menyapa para murid (termasuk saya), kata-Nya,
"Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!"
Lalu Petrus (saya) berkata,
"Tuhan, jika benar Tuhan sendiri,
suruhlah aku datang kepada-Mu
dengan berjalan di atas air."

Kata Yesus, "Datanglah!"
Lalu Petrus (saya) turun dari perahu
dan berjalan di atas air mendekati Yesus.
Tetapi ketika dirasa saya tiupan angin,
Petrus (saya) menjadi takut dan mulai tenggelam,
lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!"
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya,
memegang Petrus (saya) dan berkata,
"Hai orang yang kurang percaya,
mengapa engkau bimbang?"


Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda.
Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia,
katanya, "Sesungguhnya, Engkau Putra Allah."


Sesaat saya merenung kisahnya.
Petrus (saya) bisa berjalan di atas air sesuai perkataan-Nya.
Saya bisa karena perkataan-Nya.
Jadi saya harus percaya Sabda-Nya.


*Ya Tuhan Allahku ...
Perlihatkanlah kepadaku kasih setia-Mu.
Berilah aku keselamatan yang dari pada-Mu.

Aku mendengarkan yang difirmankan-Mu.

*Engkau berbicara damai sejahtera-Mu.
Keselamatan-Mu pada orang-orang takwa kepada-Mu.

Kemuliaan-Mu diam di negeri yang diberkati-Mu.
Aku percaya kepada kasih setia-Mu.

*Saat Kasih dan kesetiaan bertemu.
Keadilan dan damai sejahtera berpelukan disitu.

Saat Kesetiaan tumbuh dari bumi kediamanku.

Maka keadilan merunduk dari langit-Mu.

*Engkau memberikan kesejahteraan kepada umat-Mu.
Negeri memberikan hasil karena-Mu.

Keadilan berjalan di hadapan-Mu.

Dan damai menyusul di belakang-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar