Jumat Pekan Biasa XXIII, 11 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42
Menarik perumpamaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang 'membimbing & melihat',
"¹Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?
²Seorang murid tidak melebihi gurunya,
tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya
akan menjadi sama dengan gurunya.
³Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui?
Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu,
'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,'
padahal balok dalam matamu tidak kaulihat?
Keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Renungan saya pribadi:
Menarik juga Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, tentang memberitakan Injil,
memberitakan Injil ..
Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah,
dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
..
Segala-galanya itu kulakukan demi Injil,
agar aku mendapat bagian di dalamnya.
Tidak tahukah kalian,
bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,
tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?
Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya.
Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan,
menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian
untuk memperoleh suatu mahkota yang fana,
tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan,
.. aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya,
jangan sampai aku sendiri ditolak
sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.
*Ya Tuhan Allahku...
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu.
Jiwaku merindukan pelataran-Mu.
Jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada-Mu.
*Berbahagialah yang diam di rumah-Mu.
Yang tanpa henti memuji-Mu.
Berbahagialah yang mendapat kekuatan-Mu.
Yang penuh gairah karena-Mu.
*Engkaulah bentengku dan perisaiku.
Kasih dan kemuliaan Kau kepadaku.
Engkau tidak menahan kebaikan-Mu.
Dari yang hidup tidak bercela dihadapan-Mu.
Amin.
#

Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42
Menarik perumpamaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang 'membimbing & melihat',
"¹Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?
²Seorang murid tidak melebihi gurunya,
tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya
akan menjadi sama dengan gurunya.
³Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui?
Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu,
'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,'
padahal balok dalam matamu tidak kaulihat?
Keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Renungan saya pribadi:
Kadangkala apa yang terlihat, bisa menjadi pikiran/ pendapat, belum tentu yang sebenarnya. Perlunya check n X.check. Mungkin perlunya cinta kasih dipraktekkan.
Menarik juga Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, tentang memberitakan Injil,
memberitakan Injil ..
bagiku itu suatu keharusan.
.. aku melakukannya
bukan menurut kehendakku sendiri,
.. itu adalah tugas penyelenggaraan
yang ditanggungkan kepadaku.
.. aku melakukannya
bukan menurut kehendakku sendiri,
.. itu adalah tugas penyelenggaraan
yang ditanggungkan kepadaku.
Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah,
dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
..
Segala-galanya itu kulakukan demi Injil,
agar aku mendapat bagian di dalamnya.
Tidak tahukah kalian,
bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,
tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?
Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya.
Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan,
menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian
untuk memperoleh suatu mahkota yang fana,
tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan,
.. aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya,
jangan sampai aku sendiri ditolak
sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.
Renungan saya pribadi:
Perlunya Injil dipraktekkan, bukan hanya diberitakan.
*Ya Tuhan Allahku...
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu.
Jiwaku merindukan pelataran-Mu.
Jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada-Mu.
*Berbahagialah yang diam di rumah-Mu.
Yang tanpa henti memuji-Mu.
Berbahagialah yang mendapat kekuatan-Mu.
Yang penuh gairah karena-Mu.
*Engkaulah bentengku dan perisaiku.
Kasih dan kemuliaan Kau kepadaku.
Engkau tidak menahan kebaikan-Mu.
Dari yang hidup tidak bercela dihadapan-Mu.
Amin.
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar