Minggu, 14 Juni 2026
Sabtu, 13 Juni 2026
*KISAH NYATA Mengharukan Dari Mesir*
_(Ditulis oleh: Syeikh Abdullah Al Hazimi)_
Seorang petugas kebersihan setiap hari meletakkan sebungkus makanan dan sejumlah uang di dalam tempat sampah, agar seorang ibu miskin tidak perlu mencari sisa-sisa makanan di depan anak-anaknya.
Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa hari ketika sang ibu berhenti datang, akan mengungkap sebuah rahasia yang membuatnya menangis seperti belum pernah ia tangisi di sepanjang hidupnya.
------------
_Pemilik kisah ini bercerita :_
Sudah bertahun-tahun yang lalu, aku bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah kawasan pinggiran kota. Kami berjumlah 6 orang, dan setiap pagi berkeliling menggunakan truk kecil untuk mengosongkan tempat-tempat sampah di depan rumah warga.
Pekerjaan itu berat. Bau sampah menyengat. Banyak orang berlalu-lalang seolah-olah kami tidak ada. Namun aku tetap bersyukur, karena aku yakin rezeki yang halal, meskipun melelahkan. Jauh lebih mulia daripada meminta-minta kepada manusia.
Suatu hari, ketika kami tiba di sebuah lingkungan yang tenang, seperti biasanya aku turun dari truk untuk mengosongkan tempat sampah. Saat mendekati salah satunya, aku tiba-tiba terdiam.
Aku melihat seorang wanita berdiri di samping tempat sampah itu. Dengan tangan gemetar ia mengais-ngais isinya, mengumpulkan sisa-sisa makanan ke dalam sebuah kantong tua.
Di belakangnya berdiri 7 anak. 4 laki-laki dan 3 perempuan.
Wajah mereka pucat. Mata mereka tertuju kepada tangan ibu mereka, seakan sedang menunggu secercah harapan dari tumpukan sampah.
Aku terpaku.
Aku tidak ingin mendekat agar tidak membuatnya merasa malu. Aku juga tidak ingin memanggil siapa pun agar rekan-rekanku tidak melihatnya.
Aku hanya berdiri dari kejauhan sambil menahan air mata.
Wanita itu mencari sisa-sisa makanan dengan tergesa dan penuh rasa malu. Ia mengambil sepotong roti, sedikit sayuran, dan beberapa sisa makanan yang masih bisa dimakan. Sesekali ia menoleh ke kanan & kiri dengan cemas, seolah kemiskinan adalah kejahatan yang harus disembunyikan.
Setelah selesai, ia menggandeng anak-anaknya dan pergi dengan cepat, seakan ingin melarikan diri dari pandangan manusia sebelum lari dari bau sampah itu sendiri.
Ketika aku mendekati tempat sampah tersebut, hatiku terasa hancur.
Aku juga seorang ayah.
Aku tahu bagaimana rasanya melihat seorang anak kelaparan dan menatap orang tuanya dengan penuh harapan.
Keesokan harinya kami kembali ke tempat yang sama.
Aku segera berlari menuju tempat sampah itu sebelum rekan-rekanku tiba. Aku khawatir ada yang melihat wanita itu lalu melukainya dengan kata-kata atau pandangan yang merendahkan.
Dan benar saja.
Ia datang lagi.
Wanita yang sama.
Anak-anak yang sama.
Rasa malu yang sama.
Dan kelaparan yang sama yang tak mengenal belas kasihan.
Sejak hari itu aku memutuskan untuk menolongnya, tetapi dengan cara yang tidak merendahkan martabatnya.
Sesampainya di rumah, aku berkata kepada istriku:
_"Besok tolong siapkan makanan yang banyak. Roti, nasi, daging ayam kalau ada, dan apa pun yang bisa kita masukkan ke dalam kantong"._
Istriku bertanya,
_"Untuk siapa?"_
Aku menjawab,
_"Untuk seorang ibu yang mencari makanan di tempat sampah demi memberi makan anak-anaknya"._
Istriku terdiam sesaat.
Lalu ia masuk ke dapur.
Keesokan paginya ia menyerahkan sebuah kantong hitam besar berisi makanan yang masih baik dan tertata rapi. Aku pun menambahkan sejumlah uang ke dalamnya.
Aku meminta sopir agar kami mendatangi lingkungan itu terlebih dahulu.
Sebelum wanita itu datang, aku meletakkan kantong hitam tersebut di dalam tempat sampah pada posisi yang mudah terlihat, lalu bersembunyi agak jauh.
Beberapa menit kemudian wanita itu datang bersama anak-anaknya.
Dan seperti biasa ia mulai mencari-cari.
Lalu ia menemukan kantong itu.
Dengan hati-hati ia membukanya.
Saat melihat makanan bersih dan sejumlah uang di dalamnya, tangannya seketika berhenti.
Ia memandang ke sekeliling dengan bingung dan takut.
Kemudian ia memeluk kantong itu erat-erat di dadanya dan menangis dalam diam.
Sementara anak-anaknya menatap makanan itu dengan mata berbinar, seolah menemukan hari raya di dalam sebuah kantong hitam.
Hari itu ia tidak mengambil apa pun dari tempat sampah.
Ia membawa kantong tersebut pulang sambil mengusap air matanya.
Sedangkan aku berdiri dibalik truk dan menangis.
Tetapi kali ini aku menangis karena bahagia.
Sejak hari itu aku melakukan hal yang sama setiap pagi.
Aku menaruh makanan dan uang dalam kantong hitam di tempat yang sama.
Aku melihatnya dari kejauhan mengambil kantong itu, menyaksikan kebahagiaan di wajah anak-anaknya, lalu kembali bekerja seolah aku telah memiliki seluruh dunia.
Bahkan setiap akhir bulan aku menyisihkan hampir setengah gajiku untuk mereka.
Padahal gajiku tidak besar.
Namun aku selalu berkata dalam hati:
_"Aku masih punya rumah, istri, dan kehidupan yang layak. Sedangkan ia memiliki 7 anak dan rasa lapar yang tidak bisa menunggu"._
Bulan demi bulan berlalu.
Beberapa tahun telah berlalu.
Lalu aku mulai menyadari sesuatu yang aneh.
Awalnya ia selalu datang bersama dengan ke 7 anaknya.
Kemudian ia mulai datang sendirian.
Aku sempat senang.
Mungkin anak-anaknya sudah bersekolah, pikirku.
Atau mungkin ia tidak ingin mereka melihat ibunya mencari makanan di dekat tempat sampah.
Aku terus meletakkan kantong itu setiap hari.
Hingga suatu saat ia tidak datang lagi.
Sehari.
Dua hari.
Seminggu.
Kantong yang kutinggalkan tetap berada di tempatnya, tidak ada yang mengambil.
Aku mulai cemas.
Hatiku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
Aku bertanya tentang dia kepada beberapa penduduk sekitar, tetapi aku tidak tahu namanya.
Aku hanya bisa berkata:
_"Seorang wanita yang biasa datang ke tempat sampah di ujung jalan"._
Akhirnya seorang lelaki tua berkata:
_"Mungkin yang kau maksud itu Ummu Khalid. Seorang janda dengan banyak anak. Tapi sudah lama kami tidak melihatnya"._
Aku segera pergi ke rumah yang ditunjukkan lelaki itu.
Rumahnya sederhana.
Pintunya tua.
Dindingnya kusam.
Aku mengetuk pintu.
Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun membukanya.
Aku bertanya,
_"Apakah Ummu Khalid tinggal di sini?"_
Wajahnya langsung berubah.
_"Apakah bapak mengenal ibu saya?"_
Aku menjawab terbata-bata,
_"Aku...pernah membantunya dari jauh"._
Ia mempersilakanku masuk.
Ketika masuk, mataku tertuju pada sebuah foto wanita itu yang tergantung di dinding.
Foto itu dihiasi dengan pita hitam.
Saat itu aku langsung mengerti.
Pemuda itu berkata dengan suara sedih,
_"Ibu kami telah meninggal 2 bulan yang lalu"._
Kakiku terasa lemas.
Aku duduk dan air mata mengalir tanpa bisa kutahan.
Lalu ia berkata,
_"Sebelum meninggal, ibu selalu bercerita tentang seorang lelaki yang tidak pernah ia kenal. Lelaki yang selalu meletakkan makanan & uang dalam kantong hitam. Ibu selalu berkata, "Dia adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk anak-anakku"."_
Aku tak sanggup berkata apa-apa.
Kemudian seorang gadis datang membawa sebuah kotak kecil.
Ia berkata,
_"Ibu meninggalkan ini untuk pemilik kantong hitam. Ia berpesan, jika suatu hari lelaki itu datang, berikanlah kepadanya"._
Aku membuka kotak itu dengan tangan gemetar.
Di dalamnya ada secarik surat tua, beberapa keping uang receh, dan foto anak-anaknya ketika masih kecil.
Aku membuka surat itu.
Isinya:
_"Untuk lelaki yang menjaga kehormatanku sebelum memberi makan anak-anakku..._
_Aku tidak mengenal namamu, tetapi Tuhan mengenalmu._
_Aku mencari-cari makanan di tempat sampah dengan hati yang hancur karena malu. Namun engkau membuatku pulang seolah aku membeli makanan itu dengan tanganku sendiri._
_Engkau tidak hanya menyelamatkanku dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan anak-anakku dari melihat ibunya dalam keadaan terhina._
_Maafkan aku karena tidak sempat berterima kasih kepadamu semasa hidupku. Dan setelah aku tiada, doakanlah aku"._
Aku tidak sanggup lagi melanjutkan membaca, karena tangisku semakin pecah.
Namun kejutan terbesar belum berakhir.
Putra sulungnya memegang tanganku lalu berkata:
_"Paman, anda tidak tahu apa yang telah anda lakukan. Uang yang anda berikan membuat kami bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya menjadi guru. Adik perempuan saya menjadi perawat. Adik laki-laki saya menjadi insinyur. Kami semua tumbuh dengan mendengar ibu berkata: "Jangan pernah lupakan pemilik kantong hitam itu!"."_
Aku menangis lebih keras lagi.
Aku tidak pernah menyangka bahwa makanan yang kutaruh di dalam tempat sampah ternyata menjadi sebab berubahnya masa depan satu keluarga.
Lalu pemuda itu berkata:
_"Ibu berpesan, jika kami menemukan anda suatu hari nanti, sampaikan satu kalimat ini:_
_"Anda tidak memberikan sisa harta anda kepada kami, tetapi anda telah memberikan kehidupan kepada kami"._
Aku keluar dari rumah itu sebagai orang yang berbeda.
Aku hanyalah seorang petugas kebersihan biasa.
Aku tidak memiliki harta yang banyak.
Tidak memiliki jabatan yang tinggi.
Namun hari itu aku memahami bahwa rahmat dan kasih sayang yang lahir dari hati dapat mencapai tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.
Sejak saat itu, setiap kali aku melihat tempat sampah, aku tidak lagi melihat sampah semata.
Aku melihat seorang ibu yang berjuang mencari makanan untuk anak-anaknya.
Aku melihat sebuah kantong hitam kecil yang menjadi jalan keselamatan.
Dan aku berkata dalam hati:
_"Seseorang tidak harus menjadi kaya untuk memberkati hidup orang lain. Terkadang cukup dengan melihat penderitaan mereka, lalu menolong tanpa membuka aib dan tanpa merendahkan martabatnya"._
Semoga KISAH NYATA ini menginspirasi hidup kita.
🙏🏻😇
#
Kamis, 11 Juni 2026
Minggu, 07 Juni 2026
2606081. Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.
Saat aku merenung sendiri.
Aku seorang pemarah dan iri.
Tidak rela saat mengampuni.
Namun selalu minta diampuni.
Ketika dipanggil untuk melayani.
Aku pergi melarikan diri.
Sifat-Mu pengasih dan penyayang ini.
Panjang sabar mengasihi dan mengampuni.
Engkau berlimpah kasih setia.
Tak rencana mendatangkan malapetaka.
Kepada yang menyesal dosanya.
Pengampunan-Mu selalu ada tersedia.
Bagaimana mungkin bisa bersama.
Bila memiliki banyak beda.
Kasih menghilangkan perbedaan rasa.
Kemurahan membuat kesempatan tercipta.
#Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.
Kamis, 04 Juni 2026
Selasa, 02 Juni 2026
Senin, 01 Juni 2026
Kamis, 28 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026
2605271. Benar atau merasa benar.
Bila tiga perbuatan jahat.
Mungkin kejahatan sampai empat.
Melarikan diri pilihan cepat.
Kesempatan digunakan di saat tepat.
Saat kebaikan tertutup kejahatan.
Kejahatan menjadi suatu kebenaran.
Kekuasaan menjadi suatu kesempatan.
Laksana tertutup awan keadilan.
Besarnya uang menjadi keputusan.
Tangisan dilakukan orang miskin.
Tinggal menunggu pahlawan kebenaran.
Keberanian untuk merubah keadaan.
#
Senin, 25 Mei 2026
2605261. Mengatasi perbuatan jahat diperlukan tindakan tegas.
Karena tiga perbuatan jahat.
Bahkan perbuatan jahatnya empat.
Diantaranya perbuatan membelah perut.
Maka diambil keputusan cepat.
Perbuatan begal tiada ampun.
Tanpa memandang usia dan perempuan.
Maka tindakan tegas diperlukan.
HAM begal atau keselamatan.
#Mengatasi perbuatan jahat diperlukan tindakan tegas.
Jumat, 22 Mei 2026
2605231. Dengarlah dan pasanglah telinga.
*Dengarlah dan pasanglah telinga.
Biarlah anak-anak mendengar cerita.
Biarlah mereka saling bicara.
Tentang penyerangan suatu bangsa.
*Penyerangan yang kuat tentaranya.
Seperti tidak terbilang banyaknya.
Mereka bagaikan gigi singa.
Bagaikan taring singa betina.
*Merataplah seperti anak dara.
Seperti telah ditinggal kekasihnya.
Kekasih hati di masa muda.
Telah pergi tanpa suara.
#
Kamis, 21 Mei 2026
2605221. Bertobatlah bila tergelincir kesalahan. Bawalah serta kata-kata penyesalan.
*Bertobatlah bila tergelincir kesalahan.
Bawalah serta kata-kata penyesalan.
Bertobatlah sungguh kepada Tuhan.
Mintalah ampun segala kesalahan.
*Semoga Dia memulihkan penyelewengan.
Semoga Kasih-Nya kembali dijulurkan.
Semoga surut dari kemurkaan.
Seperti embun penuh kesegaran.
*Siapa saja yang bijaksana.
Semoga dapat memahami semuanya.
Semoga jalan Tuhan diketahuinya.
Semoga orang mampu menempuhnya.
#
Senin, 18 Mei 2026
2605191. Aku Pencipta Yang Kudus di tengah manusia.
* Dikasihi saat masih muda
Dipanggil-panggil dengan setia.
Diangkat kuk beban yang ada.
Diberi makanan yang ada.
*Tidak dilaksanakan murka yang bernyala-nyala.
Sebab Aku ini Pencipta.
Yang Kudus di tengah-tengah manusia.
Tidak datang untuk menghanguskan dunia.
#Aku Pencipta Yang Kudus di tengah manusia.
Jumat, 15 Mei 2026
Kamis, 14 Mei 2026
2605151. Semua tergantung hati dan pikiran.
*Setelah melatih dan menguatkan lengan.
Ada yang merancang kejahatan.
Ada yang merancang kebaikan.
Semua tergantung hati dan pikiran.
*Awalnya dari hati dan pikiran.
Lalu mulai keluar perkataan.
Mendapatkan waktu dan kesempatan.
Mencoba melakukan suatu tindakan.
Rutinitas menjadikan sebuah kebiasaan.
#
Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
2605121. Tujuan hidup mengarahkan diri.
Bila tidak ada kesetiaan.
Bila tidak ada kasihan.
Bila tidak ada pengenalan.
Bila tidak ada pengajaran.
Setiap hari mabuk anggur.
Menikmati tetesan air anggur.
Sejenak menghilangkan daya pikir.
Menghayalkan impian dalam tidur.
Minggu, 10 Mei 2026
2605111. Pencipta mencintai semua manusia. Manusia juga suka mencinta.
Bagaimana rasanya mendengar suara.
Pergilah dan cintailah wanita.
Bukan gadis bukan janda.
Mencintainya sebagai suatu tanda.
Pencipta mencintai semua manusia.
Manusia juga suka mencinta.
Tapi mencintai yang berbeda.
Mencintai dengan sekehendak hatinya.
Kebebasan diberikan namun disalahgunakan.
Berpikir salah mengatakan itu kebebasan.
Tidak mencintai-Nya dengan kebebasan.
Tidak mencintai-Nya dengan kebenaran.
#
Kamis, 07 Mei 2026
2605082. Mungkinkah bercahaya seperti cakrawala.
Bila suatu waktu sesak.
Berarti saatnya sudah mendesak.
Pikirkan pilihan positif terbanyak.
Lakukan dengan cara cerdik.
Saat hidup sedang tertinggal.
Hidup terasa tidak adil.
Berpikir mencari hidup kekal.
Kekuatiran mengalami kengerian kekal.
Bertanyalah kepada yang bijaksana.
Mungkinkah bercahaya seperti cakrawala.
Menuntun kepada kebenaran cahaya.
Seperti bintang bercahaya selamanya.
#
Selasa, 05 Mei 2026
Minggu, 03 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
2605011. Berbahagialah yang memiliki hikmat luar biasa.
*Tampaklah jari-jari tangan manusia.
Ia menulis di dinding istana.
Raja melihat dengan tak berdaya.
Berbagai pikiran menggelisahkan hatinya.
Ketakutan membuat berantukan lututnya.
Lemas sendi-sendi pangkal pahanya.
Akibat tinggi hati dan keras kepala.
Ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya.
Kemuliaannya diambil dari padanya.
Berbahagialah yang diberikan kebesaran-Nya.
Yang penuh roh para dewa.
Memiliki hikmat luar biasa.
Kecerahan akal budi ada padanya.
Berkuasa membunuh yang dikehendakinya.
Atau membiarkan hidup yang dikehendakinya.
Mampu meninggikan yang dikehendakinya.
Atau merendahkan yang dikehendakinya.
#
Rabu, 29 April 2026
2604301. Lakukanlah kebenaran dan keadilan.
*Betapa besarnya tanda-tanda-Nya.
Betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya.
Betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya.
Kerajaan-Nya kekal dan turun-temurun pemerintahan-Nya.
Pujilah dan muliakanlah segala perbuatan-Nya.
Lepaskanlah diri daripada kesalahan.
Tunjukkanlah belas kasihan.
Tunjukkanlah keadilan.
Sehingga berlanjutlah kebahagiaan.
Lakukanlah kebenaran.
Lakukanlah keadilan.
Janganlah merendahkan.
Hilangkanlah kecongkakan.
#
Selasa, 28 April 2026
2604291. Dia sanggup melepaskan hamba-nya dari perapian menyala.
*Jika Dia yang dipuja.
Sanggup melepaskan dari perapian menyala.
Bahkan perapian yang sangat menyala.
Sembahlah Dia dengan segenap jiwa.
*Jika Dia mengutus malaikat-Nya. Maka terlepaslah beban hamba-Nya.
Hamba yang percaya kepada-Nya.
Hamba yang memuja dan menyembah-Nya.
#Dia sanggup melepaskan hamba-nya dari perapian menyala.
Senin, 27 April 2026
2604281. Rahasia tersingkapkan pada waktunya.
Rahasia tersingkapkan pada waktunya.
Atau dalam suatu penglihatannya.
Seseorang yang dekat dengan-Nya.
Berkat kuasa Pemilik semesta.
Terpujilah nama-Nya selama-lamanya.
Pemilik hikmat dan kekuatan ciptaan-Nya.
Yang menyingkapkan hal tak terduga.
Gelap dan terang ada pada-Nya.
Dia yang menciptakan semesta.
Mendirikan kerajaan yang takkan binasa.
Kekuasaan-Nya takkan beralih dari-Nya.
Kerajaan-Nya tetap untuk selamanya.
Dia mampu mengatasi segalanya.
Berkuasa atas segala raja.
Yang menyingkapkan rahasia pada waktunya.
Kepada yang dekat pada-Nya.
#
2604271. Tanda calon sang pemimpin.
Ketika kasih dan sayang ada.
Makan sayuran dan air saja.
Bisa lebih baik tubuhnya.
Daripada yang makan segala.
Jika memiliki pengetahuan dan kepandaian.
Berhikmat tentang berbagai tulisan.
Mengerti berbagai mimpi dan penglihatan.
Tanda calon sang pemimpin.
Banyak hal memerlukan kebijaksanaan.
Banyak hal memerlukan pengertian.
Banyak hal memerlukan kecerdasan.
Berilmu dapat mencapai kesuksesan.
#
Kamis, 23 April 2026
2604241. Berharap hidup ataupun mati ada di surga.
Suara hati tertutup selama bekerja.
Semoga saat pulang sudah terbuka.
Semoga terbuka saat bertemu keluarga.
Senyum terkembang hati terbuka.
Seringkali bekerja melakukan dosa.
Tantangan pekerjaan sering menggoda.
Bekerja mencari kekayaan dan kuasa.
Seringkali sulit hidup tanpa cela.
Menghibur diri dengan berkurban harta.
Berkurban sebagian harta mengharapkan surga.
Berpikir timbangan minimal akan rata.
Berharap hidup ataupun mati ada di surga.
#
Rabu, 22 April 2026
Selasa, 21 April 2026
Minggu, 19 April 2026
2604202. Sejenak Bijak. Kudus.
*Kalau imam masuk ke tempat kudus.
Mereka menyelenggarakan kebaktian kudus.
Pakaian mereka menjadi kudus.
Semoga tingkah lakunya kudus.
Banyak orang berusaha kudus.
Hanya sedikit yang kudus.
Karena tubuh harus kudus.
Hati pikiran juga kudus.
Seperti impian menjadi kudus.
Sulit selama sehari kudus.
Saatnya mencoba sejam kudus.
Sejam demi sejam kudus.
#
Minggu, 12 April 2026
2604132. Menciptakan harmoni surga di bumi.
Makhluk hidup umumnya berdarah.
Dingin atau panas berdarah.
Bersalah jika mencurahkan darah.
Katanya Darah balas Darah.
Akhirnya manusia saling berdarah.
Manusia saling mencurahkan darah.
Semuanya tiada mau mengalah.
Akhirnya semuanya menjadi kalah.
Seandainya bisa diam menyepi.
Merenungkan dalam suasana sunyi.
Dalam ketenangan alam pagi.
Bagaimana mendiami dan mencintai bumi.
Bumi bersukacita saat sunyi.
Dunia tenang dalam sepi.
Seandainya hidup saling menghargai.
Menciptakan harmoni surga di bumi.
#
Kamis, 09 April 2026
2604092. Bagaikan pohon tinggi yang bercabang elok dan berdaun rumpun sekali.
*Bagaikan pohon bertumbuhnya tinggi.
Bercabang elok Berdaun rumpun sekali.
Puncaknya tumbuh sangat tinggi.
Seperti langit hampir tercapai.
*Mengalahkan segala pohon di padang.
Ranting-rantingnya menjulur panjang.
Cabang-cabangnya menjadi panjang.
Sebab air yang melimpah datang.
*Pada rantingnya bersarang burung.
Di bawah cabangnya berdiam binatang.
Tempat melahirkan anak binatang.
Semua bangsa duduk bernaung.
*Ia elok karena besarnya.
Panjang-panjang cabang-cabangnya.
Menjulur-jalar semua akarnya
Karena air melimpah disana.
*la menjadi sombong karena ketinggiannya.
Merasa besar dan mulia.
Merasa khalayak ramai mengikutinya.
Lupa semua ada waktunya.
#
Bagaikan pohon tinggi yang bercabang elok dan berdaun rumpun sekali.
Selasa, 07 April 2026
Jumat, 03 April 2026
2604032. Sejenak Bijak. Berpikir besar saling memaafkan demi keuntungan bersama.
Dengan kejam melakukan pembalasan.
Disertai penghajaran dalam kemarahan.
Nanti keluarganya melakukan pembalasan.
Keturunan saling melakukan pembalasan.
Kemarahan bisa melibatkan keturunan.
Saling dendam antar keturunan.
Bisa saling menghilangkan keturunan.
Tiada manfaat dari kemarahan.
Sakit hati bila memaafkan.
Apalagi dianggap tiada Keberanian.
Memaafkan memang perlu kesadaran.
Merendahkan hati perlu pengorbanan.
Pengorbanan sesaat melangsungkan kehidupan.
Mengurangi kemarahan menghilangkan perselisihan.
Memaafkan sikap positif usahawan.
Berpikir besar saling menguntungkan.
#
2604032. Sejenak Bijak. Berpikir besar saling memaafkan demi keuntungan bersama.
Kamis, 26 Maret 2026
2603272. Yang dikehendaki-Nya adalah pertobatannya supaya hidup.
*Semua jiwa Dia punya.
Jiwa ayah maupun anak punya-Nya.
Yang harus mati yang berdosa.
Yang bertobat diampuni-Nya dosanya.
*Orang berdosa harus mati.
Anak berdosa anak mati.
Ayah berdosa ayah mati.
Yang berdosa yang mati.
*Anak tidak menanggung dosa ayahnya.
Ayah tidak menanggung dosa anaknya.
Orang benar menerima berkat kebenarannya.
Orang berdosa menanggung dosanya.
*Jika orang bertobat dari dosanya.
Lalu melakukan segala ketetapan-Nya.
Melakukan keadilan dan kebenaran-Nya.
Ia telah menyelamatkan hidupnya.
*Kematian orang fasik tidak dikehendaki-Nya.
Yang dikehendaki-Nya adalah pertobatannya.
Supaya ia hidup karena pertobatannya.
Waktu dan kebebasan diberikan-Nya.
*Orang benar melakukan keadilan.
Hidup menurut ketetapan peraturan.
Hidup setia dalam kebenaran.
Hidup benar dalam kekudusan.
#
*Semua jiwa Dia punya.
Jiwa ayah maupun anak punya-Nya.
Yang harus mati yang berdosa.
Yang bertobat diampuni-Nya dosanya.
*Orang berdosa harus mati.
Anak berdosa anak mati.
Ayah berdosa ayah mati.
Yang berdosa yang mati.
*Anak tidak menanggung dosa ayahnya.
Ayah tidak menanggung dosa anaknya.
Orang benar menerima berkat kebenarannya.
Orang berdosa menanggung dosanya.
*Jika orang bertobat dari dosanya.
Lalu melakukan segala ketetapan-Nya.
Melakukan keadilan dan kebenaran-Nya.
Ia telah menyelamatkan hidupnya.
*Kematian orang fasik tidak dikehendaki-Nya.
Yang dikehendaki-Nya adalah pertobatannya.
Supaya ia hidup karena pertobatannya.
Waktu dan kebebasan diberikan-Nya.
*Orang benar melakukan keadilan.
Hidup menurut ketetapan peraturan.
Hidup setia dalam kebenaran.
Hidup benar dalam kekudusan.
#
Rabu, 25 Maret 2026
Selasa, 24 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
2603242. Sejenak Bijak. Saat negeri dan hati sunyi sepi.
*Saat negeri sunyi sepi.
Mungkin negeri sedang Nyepi.
Mungkin rakyat sedang sembunyi.
Mungkin mereka lagi mengantri.
*Jika kata tidak dipercaya.
Hidup bisa terasa merana.
Sendirian menyimpan rasa duka.
Pikiran kosong walaupun di pesta.
*Jika hati berubah setia.
Semua janji tidak berguna.
Pandangan mata tidak bersua.
Gerakan tubuh terasa berbeda.
#
Minggu, 22 Maret 2026
2603222. Kisah Susana yang amat sangat cantik.
Senin, 23 Mar 2026.
Kecantikan selalu membawa pesona.
Kecantikan diharapkan membawa sukacita.
Kecantikan bisa membawa dukacita.
Kecantikan mengundang setiap mata.
*Fitnah itu kejam bisa membunuh orang tanpa senjata tajam karena fitnah dapat membunuh jiwa & tubuh. Fitnah/ tuduhan/ pernyataan palsu bisa merusak reputasi & merugikan serta merusak masa depan seseorang. Fitnah bisa berupa kata-kata/ tulisan/ tindakan yang membuat orang beropini buruk tentang seseorang yang benar.
*Alkisah Susana, isteri Yoyakim yang amat sangat cantik dan taat beribadah, karena orang tuanya (Hilkia) mendidik Susana dengan benar. Yoyakim itu pengusaha amat kaya dan terhormat serta dermawan di kotanya, maka orang-orang biasa berkumpul & makan pagi (sejenis dimsum) di rumahnya hingga menjelang tengah hari.
Yoyakim memiliki sebuah taman yang luas di sebelah rumahnya, dimana Susana yang amat sangat cantik sering berjalan-jalan dan mandi di kolam renang disitu.
Pada suatu sore hari saat cuaca panas, Susana disertai dua orang asistennya masuk dan berjalan-jalan di situ, Kata Susana kepada kedua asistennya,
"Ambilkanlah aku minyak dan body lotion, dan tutuplah pintu taman, supaya aku dapat mandi."
Setelah kedua asistennya itu keluar, turunlah kedua orang tua-tua yang bersembunyi di atas pohon sambil mengintip Susana (setiap hari mereka mengintip maka timbullah nafsu birahi kedua orang tua-tua itu kepada Susana), lalu segera menyapa Susana, katanya,
"Pintu-pintu taman sudah tertutup
dan tidak ada seorangpun melihat kita. Kami sangat birahi kepadamu.
Tidurlah bersama-sama kami.
Kalau engkau tidak mau, pasti kami akan bersaksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu, sehingga kedua asisten itu kausuruh pergi."
Susana mendesah & menarik nafas panjang lalu berkata,
"Aku terdesak, bagaikan buah simakalama sekarang. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya dosa menantiku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu. Namun lebih baik aku jatuh ke tanganmu dengan tidak berbuat demikian, daripada berbuat dosa."
Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring.
Tetapi kedua orang tua-tua itu berteriak-teriak pula
melawan Susana, dan lari membuka pintu taman.
Teriakan di taman itu didengar orang-orang yang ada di dalam rumah, segeralah mereka datang untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan, maka amat malulah para asisten, sebab belum pernah ada gosip tentang Susana.
Keesokan harinya, ketika orang-orang berkumpul lagi di rumah Yoyakim, suami Susana, datang pulalah kedua orang tua-tua itu dengan penuh angan-angan untuk membunuh Susana (karena ditolak), lalu berkata,
"Panggillah Susana, anak Hilkia, isteri Yoyakim!"
Maka datanglah Susana, disertai orang tuanya, anak-anak dan kaum kerabatnya dengan menangis.
Sementara kedua orang tua-tua itu berdiri di tengah orang banyak dan meletakkan tangan mereka di atas kepala Susana (Susana menengadah ke atas sambil menangis, sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan).
Maka kata kedua orang tua-tua itu,
"Sedang kami berdua berjalan-jalan di taman, masuklah Susana bersama dua asistennya. Lalu pintu taman itu ditutup, dan disuruhnya kedua asisten itu pergi.
Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ dan ia bermesraan bersama Susana.
Ketika kami yang ada di sudut taman, melihat adegan itu, berlarilah kami kepada mereka. Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana, namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu karena ia lebih kuat dari kami.
Ia membuka pintu lalu melarikan diri. Tetapi Susana kami tahan dan kami menanyakan siapa pemuda itu. Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami."
Orang banyak percaya akan kesaksian mereka, karena mereka adalah orang tua-tua dan hakim. Atas dasar kesaksian itu, dijatuhkannya hukuman mati kepada Susana.
Maka berserulah Susana dengan suara nyaring,
"Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi.
Engkau tahu bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadapku. Sungguh, aku akan mati tanpa melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku."
Tuhan mendengarkan suaranya.
Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, Allah membangkitkan roh suci Daniel muda yang tiba-tiba berseru dengan suara nyaring,
"Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!"
Lalu Daniel berdiri dan berkata di tengah-tengah para tua-tua, "Demikian bodohkah kamu, adakah kamu menghukum seorang puteri tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!"
Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan.
Orang tua-tua berkata kepada Daniel,
"Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami, sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua."_
Lalu Daniel berkata kepada orang yang ada di situ,
"Pisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh, karena mereka akan diperiksa."
Setelah mereka dipisahkan satu sama lain,
Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya,
"Jikalau engkau sungguh-sungguh melihatnya, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?"
Sahut orang tua itu, "Di bawah pohon mangga!"
Kembali Daniel berkata,
"Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membelahmu!"
Setelah orang itu disuruh pergi,
Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya.
Kemudian berkatalah Daniel kepada orang kedua itu,
"Kecantikan telah menyesatkanmu dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu. Oleh karena itu katakanlah kepadaku:
Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?"
Sahut orang tua kedua itu,
"Di bawah pohon beringin!"
Kembali Daniel berkata,
"Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri.
Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu
dengan pedang terhunus untukmu, supaya engkau binasa!"
Maka berserulah seluruh orang banyak dengan suara nyaring memuji Allah yang menyelamatkan yang berharap kepada-Nya.
Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu,
sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri yang bersaksi palsu.
Lalu mereka diperlakukan sesuai hukum kota dan perkataan mereka sendiri, kedua orang itu dibunuh.
Demikian pada hari itu diselamatkan darah Susana yang amat sangat cantik dan taat beribadah karena tak bersalah.
#
Jumat, 20 Maret 2026
2603212. Selamat Hari Raya Lebaran. Minal Aidin wal Faizin.
Selamat Hari Raya Lebaran.
Di Hari yang Fitri bersalaman.
Minal Aidin wal Faizin.
Mohon maaf Lahir dan Batin.
Bersalaman memerlukan kebersamaan gerakan.
Memaafkan memerlukan ketulusan perasaan.
Menjalin keakraban memerlukan pengertian.
Kerjasama dibina membangun persahabatan.
Untuk melihat memerlukan mata.
Tidak melihat perlu percaya.
Untuk mendengar memerlukan telinga.
Tidak mendengar gunakan indera 'lainnya'.
Rabu, 18 Maret 2026
2603192. Selamat Hari Raya Nyepi. Sejenak Bijak. Tidak semua harus diurai, cukup ditaati.
Sahabat beragama Hindu Bali.
Selamat Hari Raya Nyepi.
Hari hening Hari sunyi.
Mencari kedamaian alam suci.
Dalam keheningan refleksi diri.
Dalam keheningan menyucikan diri.
Dalam keheningan waktu meditasi.
Dalam keheningan mati Geni.
Tidak semua harus diurai.
Hanya perlu cukup ditaati.
Tidak semua harus dimengerti. Hanya perlu cukup dipercayai.
Hari Raya Nyepi, hari suci umat Hindu Bali.
Dirayakan setiap Tahun Baru Saka, (Sekitar bulan Maret/ April).
Di pulau Bali, biasanya semua aktivitas duniawi dihentikan, termasuk bekerja, bepergian, dan bersenang-senang. Karena selama Nyepi, empat pantangan utama yang dijalankan:
- *Amati Geni*: tidak menyalakan api atau lampu
- *Amati Karya*: tidak bekerja
- *Amati Lelungan*: tidak bepergian
- *Amati Lelanguan*: tidak bersenang-senang.
Dampak positif Hari Nyepi bagi lingkungan, berkurangnya polusi udara dan kebisingan.
Masyarakat Bali mengharapkan wisatawan di pulau Bali, untuk menghormati hari ini dengan tetap di dalam ruangan, tidak menyalakan api/ lampu dan tidak membuat kebisingan.
_(Izin khusus bisa diberikan dengan alasan tertentu yang bisa disetujui pemimpin adat & agama).
Setelah Nyepi, masyarakat Bali merayakan *Ngembak Geni*, hari untuk kembali beraktivitas dan mempererat hubungan sosial.
#
Selasa, 17 Maret 2026
2603181. Sejenak Bijak. Berjalanlah di tengah.
Bila berjalan di tengah kota.
Jangan berkeluh kesah saja.
Melihat perbuatan keji di sana.
Lakukan sesuatu mulailah bekerja.
Api padam pasti lama.
Selama ada bahannya disana.
Perlu ada yang berusaha.
Memadamkan api yang menyala.
Katanya semua ada waktunya.
Itu perkataan sang Bijaksana.
Mungkinkah sekarang adalah waktunya.
Untuk mulai menjalankan usahanya.
#
Senin, 16 Maret 2026
2603171. Semua mau kaya dan berkuasa serta sukses sejahtera.
Hampir semua mau kaya.
Mau kaya harta benda.
Setelah memilikinya mau apa.
Mau terus bertambah kaya.
Kaya bisa membuat suka.
Kaya bisa membuat duka.
Hampir semua berebut harta.
Seringkali lupa sanak saudara.
Dulu susah mau kaya.
Setelah kaya mau sejahtera.
Setelah sejahtera mau berkuasa.
Setelah berkuasa mau semuanya.
Susah awal untuk berusaha
Stabil kenaikan hidup pertama.
Sukses harapan hidup kedua.
Sejahtera berbagi hidup bahagia.
(Survive - Stabil - Sukses - Signature)
#
Langganan:
Postingan (Atom)