Namanya Clarence Earl Gideon yang mampu mengubah hukum dunia (Amerika). Di usia 51 tahun (lahir tahun 1961), dengan pendidikan tidak mencapai kelas delapan (SMP), bukan orang penting di masyarakat. Seorang pengembara yang hidup dari pekerjaan serabutan, miskin, beruban, lusuh, kadang masuk penjara karena pelanggaran kecil karena tidak punya koneksi hukum.
Alkisah pada 4 Agustus 1961, dia berdiri di pengadilan Florida karena dituduh melakukan perampokan di sebuah gedung bola bilyard.
Sebenarnya bukti-buktinya lemah, hanya seseorang mengaku melihatnya di tempat kejadian saat fajar dengan koin di sakunya. Tuduhannya karena uang 50 dolar hilang dari kotak musik, bersama beberapa botol bir dan soda. Gideon bersikeras dia tidak bersalah. Tapi siapa yang mendengarkan seorang miskin yang punya catatan kriminal?
Di awal persidangan, dia mengajukan permintaan sederhana:
"Yang Mulia, saya minta pengadilan menunjuk seorang pengacara untuk saya."
Jawaban hakim sopan namun menghancurkan hatinya,
"Menurut hukum Florida, pengadilan hanya boleh menunjuk penasihat hukum untuk kasus-kasus yang hukumannya mati."
Sistem hukum saat itu rumit, penuh prosedur, aturan, dan bahasa teknis, tidak mungkin seorang pria tanpa pendidikan sekolah menengah untuk membela diri melawan jaksa yang terlatih.
Walaupun Gideon berusaha mempertanyakan saksi-saksi dan menyatakan dirinya tidak bersalah. Tapi bagaimana mungkin membela diri bila tidak menguasai bahasa hukum?
Vonis datang dengan cepat: bersalah.l dengan hukuman lima tahun penjara. (Termaksimal).
Clarence Earl Gideon tidak menyerah. Dia otodidak mempelajari hukum di perpustakaan penjara. Kata demi kata, halaman demi halaman. Dia menemukan Amandemen Keenam, hak untuk didampingi penasihat hukum. Dia mempelajari Amandemen Keempat Belas dan proses peradilan yang semestinya. Lalu mendapat satu kebenaran yang membara dalam dirinya, yaitu sistem hukum peradilan ini rusak. Mengapa keadilan harus bergantung pada uang?
Pada 8 Januari 1962, Gideon banding ke Mahkamah Agung Florida. Petisinya ditolak tanpa penjelasan. Maka dia mengambil pensil lagi, menulis lima halaman dengan tulisan tangan, banyak kesalahan ejaan dan ditulis di kertas penjara. Suara seorang narapidana miskin sampai ke pengadilan tertinggi di negeri itu. Di luar segala dugaan, Mahkamah setuju untuk mengadili kasusnya. Karena Gideon tidak mampu membayar pengacara, mereka menunjuk salah satu pengacara paling terhormat di negara itu, yaitu Abe Fortas, (kelak akan menjadi hakim Mahkamah Agung).
Argumennya sederhana dan menggugah:
"Jika bahkan pengacara terhebat pun menyewa pembela ketika dituduh melakukan kejahatan, bagaimana mungkin seorang pria dengan pendidikan kelas delapan membela dirinya sendiri?"
Pada 18 Maret 1963, keputusannya bulat: 9–0.
Mahkamah memutuskan bahwa hak untuk didampingi pengacara adalah fundamental dan esensial untuk peradilan yang adil. Negara bagian wajib menyediakan pembelaan hukum bagi mereka yang tidak mampu. Kasusnya dikembalikan ke Florida.
Kali ini, Gideon punya pengacara. Semuanya berubah. Bukti lemah terbongkar. Saksi kunci kehilangan kredibilitas. Keraguan menggantikan kepastian.
Vonis: Tidak bersalah.
Setelah lebih dari dua tahun dipenjara atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Clarence Earl Gideon berjalan bebas.
Tapi warisannya ikut keluar bersamanya. Berkat sebuah petisi yang ditulis dengan pensil, sistem peradilan Amerika berubah. Sistem pembela umum diperluas ke seluruh negeri. Ribuan orang mendapat persidangan ulang. Keadilan tidak lagi hanya untuk mereka yang punya uang.
Gideon kembali ke kehidupan tenang dan meninggal dalam kemiskinan.
Bertahun-tahun kemudian, sebuah batu nisan dipasang di makamnya, bertuliskan kata-katanya sendiri:
"Saya percaya bahwa setiap era menemukan peningkatan dalam hukum untuk kepentingan umat manusia."
Dan sekarang Anda akan mendengar:
"Anda berhak didampingi pengacara. Jika Anda tidak mampu, pengacara akan disediakan untuk Anda,"
ingatlah — kata-kata itu ada karena seorang pria biasa pernah menulis petisi danvdi luar harapan, dunia (Amerika) setuju.
# 2601106. Anda berhak didampingi pengacara. Jika Anda tidak mampu, pengacara akan disediakan untuk Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar