*Renungan Jumat, 16 Oktober 2026*
Alkisah seorang suster DD di RS di Jakarta merawat ibu CC, seorang ibu muda penderita kanker. Selama kemo, rambut ibu itu rontok semua, sehingga Ibu CC menangis di depan kaca, "Suster, saya sudah tidak cantik lagi, mungkin Tuhan sudah tidak kenal saya lagi."
Suster itu memeluk sambil berkata, "Bu CC, justru ketika rambut ibu rontok satu per satu, Tuhan sedang menghitungnya. Tidak ada satu helai pun yang jatuh tanpa Dia tahu. Kalau rambut saja Dia hitung, apalagi air mata Ibu hari ini."
Ibu CC terdiam, lalu katanya sambil tersenyum, "Berarti saya tidak dilupakan ya, Suster?"
Di mata dunia, ibu. CC yang sakit, yang rambutnya rontok, mungkin terlupakan. Tapi di mata Tuhan, manusia lebih berharga daripada banyak burung pipit.
*Injil: Lukas 12:1-7*
_Waspada Ragi Kemunafikan dan Jangan Takut_
_Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka... Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit."_
Yesus kasih dua pesan sepaket yaitu: *Waspadalah dan Jangan Takut.*
Ragi yang kecil itu kalau dimasukkan ke adonan, seluruh adonan akan mengembang. Tidak kelihatan, tapi mengubah semua.
Kemunafikan itu seperti ragi. Senyum di depan, tapi bicara di belakang.
Memuji di grup WA, tapi bisik-bisik/ gosip di tempat lain.
Lama-lama, bisa seluruh hidup jadi seperti roti yang mengembang, palsu. Besar di luar, kosong di dalam.
_"Apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah."_
Atap rumah itu bisa seperti media sosial. Apa yang kita bisikkan dalam gelap, satu hari bisa viral di terang. Tidak ada yang tersembunyi selamanya.
Yesus memberikan peringatan keras, tapi juga kalimat yang lembut:
_".. janganlah kalian takut... Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Tidak seekor pun dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya."_
- Takut dipecat kalau jujur.
- Takut tidak disukai kalau tidak ikut munafik.
- Takut masa depan anak, takut cicilan, takut sakit.
Yesus tidak bilang "jangan ada masalah" tetapi Dia bilang "jangan takut" karena kamu *berharga.*
Burung pipit harganya paling murah di pasar _(dulu 5 ekor cuma 2 duit). Murah, tidak ada yang perhatikan. Tapi Tuhan tidak melupakan satu pun, termasuk kamu.
Kalau rambut kepalamu saja Dia hitung, masakan Dia lupa air matamu?
Masakan Dia lupa doamu pagi ini?
*"Tuhan, Engkau menghitung rambutku, pasti Engkau juga menghitung masalahku. Aku tidak takut, karena aku berharga bagi-Mu."
#
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar