* _“Jangan menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”_
(Matius 7:1 dan identik dengan Lukas 6:37 _“Janganlah kamu menghakimi”_)
Menurut saya, Yesus mengajarkan 'saya' jangan jadi orang munafik, yang mampu melihat "selumbar di mata orang" tapi tidak mampu melihat "balok di mata sendiri".
Arti yang lain, jangan menghakimi dengan standar ganda/ munafik, mengajarkan 'saya' harus bijak, menilai dengan hati yang bersih.
*Mungkin pelajaran bagi saya, saat orang Israel berdosa kepada Tuhan, Allah mereka,
yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir,
dari kekuasaan Firaun, raja Mesir,
tetapi mereka telah menyembah allah lain, hidup menurut adat istiadat
bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel.
Melalui Orang yang lebih tua/ bijaksana/ sahabat, saya percaya Tuhan telah memperingatkan saya seperti orang Israel dan Yehuda
dengan perantaraan nabi dan pelihat,
"Berbaliklah kalian dari jalan-jalanmu yang jahat itu;
dan tetaplah mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku,
sesuai dengan undang-undang
yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu,
yang telah Kusampaikan kepada mereka
dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi."
Tetapi mereka (baca: 'saya') tidak mau mendengarkan;
mereka (baca: 'saya') bertegar hati, tidak percaya kepada Tuhan, Allah.
Sebab itu (bila terus - menerus)
Tuhan akan murka kepada 'saya'
dan menjauhkan 'saya' dari hadapan-Nya.
Saya menyadari perkataan Yesus dalam khotbah di bukit,
"Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman
yang telah kalian pakai untuk menghakimi,
kalian sendiri akan dihakimi.
Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur,
akan ditetapkan pada kalian sendiri.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu,
'Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu',
padahal di dalam matamu sendiri ada balok?
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu."
*Pengalaman saya menunjukkan kebiasaan untuk menyalahkan orang lain (sebelum menyalahkan diri sendiri).
*Ya Tuhan Allahku...
Janganlah membuang dan menembus pertahananku.
Janganlah murka tetapi pulihkanlah umat-Mu.
Janganlah menggoncangkan dan membelah bumiku.
Janganlah murka tetapi pulihkanlah umat-Mu.
Janganlah menggoncangkan dan membelah bumiku.
Tetapi perbaikilah retak-retak kegoyahanku.
*Janganlah Engkau membuatku
mengalami penderitaanku.
Janganlah Engkau memberi anggur yang memusingkanku.
Janganlah Engkau membuangku.
Berikanlah pertolongan-Mu dan penyelamatan-Mu.
mengalami penderitaanku.
Janganlah Engkau memberi anggur yang memusingkanku.
Janganlah Engkau membuangku.
Berikanlah pertolongan-Mu dan penyelamatan-Mu.
Amin.
Kalender Liturgi 22 Jun 2026
Senin Pekan Biasa XII
PF S. Yohanes Fisher, Uskup, dan S. Tomas More, Martir
PF S. Paulinus dari Nola, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Raj 17:5-8.13-15a.18
Mazmur Tanggapan: Mzm 60:3.4-5.12-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 7:1-5
Senin Pekan Biasa XII
PF S. Yohanes Fisher, Uskup, dan S. Tomas More, Martir
PF S. Paulinus dari Nola, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Raj 17:5-8.13-15a.18
Mazmur Tanggapan: Mzm 60:3.4-5.12-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 7:1-5
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar