*Sekilas Kisah Inspiratif Hattie May Wiatt (1877-1884)*
Hattie May Wiatt, seorang anak perempuan kecil berusia sekitar 7 tahun. Hattie May Wiatt lahir di keluarga miskin dan selalu tidak pernah mendapat tempat duduk di ruang Sekolah Minggu Gereja Temple Baptist pada sekitar tahun 1884.
Suatu hari, pendeta dari Gereja Temple Baptist tersebut melihat si Hattie kecil. Pendeta Russell H. Conwell mengajak Hattie masuk dan mencarikannya tempat duduk di ruangan yang penuh sesak dengan hiruk pikuk anak-anak.
Hattie sangat bersukacita karena akhirnya ia bisa mendengarkan kisah tentang Yesus Kristus. Ia memberitahukan orang tuanya akan harapannya, yaitu ada ruangan yang lebih besar di gereja supaya lebih banyak lagi anak-anak bisa mengikuti kelas Sekolah Minggu. Ia berjanji mulai menyisihkan uang jajannnya untuk harapannya itu.
Beberapa waktu berlalu, Hattie tiba-tiba jatuh sakit, lalu dipanggil pulang ke rumah Bapa di surga. Di hari pemakamannya, orang tua Hattie membawa kotak tabungannya Hattie dan menyerahkan uang 57 sen dan harapan Hattie kepada Pdt. Rusell.
Pendeta Russell H. Conwell terharu dengan tindakan kecil yang sudah diperjuangkan Hattie di tengah keterbatasan ekonominya. Hattie merelakan uang jajannya demi rumah Tuhan yang lebih besar.
Pendeta Russell H. Conwell dalam kotbahnya, membawa harapan Hattie kepada jemaatnya. Kemudian kisah Hattie yang mengharukan ini menjadi narasi yang dikisahkan dari para pengurus gereja, hingga menjadi buah bibir di kota Philadelphia, Amerika Serikat. Mereka yang digerakkan oleh cerita Hattie dengan segera mengalirkan dana sukarela ke kas gereja.
Akhirnya, bukan hanya ruangan Sekolah Minggu yang diperbesar, tetapi keseluruhan gereja berhasil direnovasi untuk menampung lebih banyak jemaat.
Hari ini, di kota Philadelphia, kita melihat gedung Temple Baptist Church yang bisa menampung tiga ribu jemaat, Temple College yang bisa menampung ribuan mahasiswa, serta Temple Hospital. Semua bentuk pelayanan dimulai dari 57 sen, dari harapan Hattie kecil, yang mengharapkan ruangan kelas Sekolah Minggu yang lebih luas. Uang 57 sen, dari dulu hingga sekarang, bukan nominal yang besar. Harapan yang tulus dari seorang anak telah memberikan pengaruh yang besar untuk & bagi kemuliaan Tuhan.
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar