Jumat, 11 September 2026

2609112. Mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan.

*Mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan.
Siapa yang bijaksana mewarisi kemuliaan.
Percaya kebijaksanaan mewarisi kebijaksanaan.
Kebijaksanaan mendatangkan kebaikan yang menggembirakan.


*Pagi-pagi bijaksana akan penuh sukacita.
Bijaksana menyingkapkan pelbagai rahasia.
Bijaksana terdengar saat bicara.
Bijaksana dari setiap perkataannya.



#



Uploaded Image

Kamis, 10 September 2026

2609114. Q & A TTS ANGKA.

2609114. Question & Answer TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2609113. Q & A SUDOKU.

2609113. Question & Answer SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

2609111. Kuduskanlah kami dalam kebenaran Sabda-Mu.

Jumat Pekan Biasa XXIII, 11 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42




Menarik perumpamaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang 'membimbing & melihat',
"¹Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?

²Seorang murid tidak melebihi gurunya,
tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya
akan menjadi sama dengan gurunya.


³Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui?

Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu,
'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,'
padahal balok dalam matamu tidak kaulihat?


Keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."



Renungan saya pribadi: 
Kadangkala apa yang terlihat, bisa menjadi pikiran/ pendapat, belum tentu yang sebenarnya. Perlunya check n X.check. Mungkin perlunya cinta kasih dipraktekkan.


Menarik juga Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, tentang memberitakan Injil,
memberitakan Injil ..
bagiku itu suatu keharusan.
.. aku melakukannya
bukan menurut kehendakku sendiri,
.. itu adalah tugas penyelenggaraan
yang ditanggungkan kepadaku.

Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah,
dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
..
Segala-galanya itu kulakukan demi Injil,
agar aku mendapat bagian di dalamnya.

Tidak tahukah kalian,
bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,
tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?
Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya.
Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan,
menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian
untuk memperoleh suatu mahkota yang fana,
tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan,
.. aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya,
jangan sampai aku sendiri ditolak
sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.


Renungan saya pribadi: 
Perlunya Injil dipraktekkan, bukan hanya diberitakan.



*Ya Tuhan Allahku...
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu.

Jiwaku merindukan pelataran-Mu.

Jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada-Mu.

*Berbahagialah yang diam di rumah-Mu.
Yang tanpa henti memuji-Mu.

Berbahagialah yang mendapat kekuatan-Mu.

Yang penuh gairah karena-Mu.

*Engkaulah bentengku dan perisaiku.
Kasih dan kemuliaan Kau kepadaku.

Engkau tidak menahan kebaikan-Mu.

Dari yang hidup tidak bercela dihadapan-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image

Rabu, 09 September 2026

2609102. Ketika melihat berbagai tanda.

*Ketika awan membayang di cakrawala.
  Di tanah kering terbayang air disana.
  Jalan terasa tiada rintangannya.
  Lembah kehijau-hijauan terbentang di mata.


 *Ketika melihat berbagai tanda.
 Seperti kuda ke padang rumput disana.
  Mereka melonjak-lonjak bagaikan domba.
  Memuji pencipta yang memeliharanya.


*Bila tiada menghanguskan api bernyala.
  Tidak hangus daging panggang disana.
  Orang dapat berjalan-jalan di atasnya.
  Api yang tidak melelehkan benda.



#




Uploaded Image

2609101. Cinta kasih Allah menjadi sempurna jika saling menaruh cinta kasih.

Kamis Pekan Biasa XXIII, 10 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 8:1b-7.11-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24
Bait Pengantar Injil: 1Yoh 4:12
Bacaan Injil: Luk 6:27-38




*Pengetahuan:* semua informasi, fakta, dan pemahaman yang dimiliki di kepala dan bisa dipakai buat berpikir & bertindak. 
*"Apa yang kamu tahu + paham kenapa itu bisa terjadi"*
> "Pengetahuan itu seperti air. Semakin kamu berbagi, semakin banyak yang kamu punya." 
Socrates: 
> "Satu-satunya pengetahuan sejati adalah mengetahui bahwa kamu tidak tahu apa-apa." 
*Pengetahuan: kemampuan menghubungkan fakta, memahami, dan menggunakannya dalam hidup*.

> Pengetahuan + nilai + pengalaman hidup, adalah *Kebijaksanaan*



Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus, menuliskan,
Pengetahuan menjadikan orang sombong,
tetapi kasih itu membangun.

Orang yang menyangka diri mempunyai pengetahuan
sebenarnya belum mencapai pengetahuan yang harus dicapainya.
Tetapi orang yang mengasihi Allah, akan dikenal Allah.

Hanya ada satu Allah saja,
yaitu Bapa, asal segala sesuatu.
Bagi Dialah kita hidup.
Dan bagi kita hanya ada satu Tuhan Yesus Kristus;
segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya
dan kita hidup karena Dia.

Tetapi tidak semua orang mempunyai pengetahuan itu.
Ada orang yang karena masih terikat pada berhala-berhala,
makan daging itu sebagai daging persembahan berhala.
Karena hati nurani mereka lemah, maka hati nuraninya ternoda.

Dengan demikian "pengetahuan" menyebabkan kebinasaan saudaramu yang masih lemah.
Padahal Kristus juga wafat untuk dia.
Maka engkau berdosa terhadap saudara-saudaramu,
karena engkau melukai suara hati mereka yang masih lemah.
Dan dengan demikian
engkau sebenarnya berdosa terhadap Kristus sendiri.



Inilah salah satu sabda Yesus kepada murid-murid-Nya yang terkenal,
"Dengarkanlah perkataan-Ku ini:
¹Kasihilah musuhmu.
²Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian.
³Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian.
⁴Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian.
⁵Bila orang menampar pipimu yang satu,
berikanlah pipimu yang lain.

⁶Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

⁷Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu,
dan janganlah meminta kembali
dari orang yang mengambil kepunyaanmu.
Dan sebagaimana kalian kehendaki orang perbuat kepada kalian,
demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka.
Kalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
Lagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang
dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya,
apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,
supaya mereka menerima kembali sama banyaknya.

Tetapi kalian,
⁸kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka
dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan,
maka ganjaranmu akan besar
dan kalian akan menjadi anak Allah Yang Mahatinggi.
Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih
dan orang-orang jahat.
⁹Hendaklah kalian murah hati
sebagaimana Bapamu murah hati adanya.

¹⁰Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi.
¹¹Dan janganlah menghukum orang,
maka kalian pun tidak akan dihukum.

¹²Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni.
¹³Berilah, dan kalian akan diberi.
Suatu takaran yang baik,
yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar
akan dicurahkan ke pangkuanmu.
Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu."




*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menyelidiki dan mengenalku.
Engkau mengetahui setiap posisiku. 

Engkau mengerti pikiranku.

Engkau memeriksa segala jalanku.

*Engkaulah yang membentuk buah pinggangku.
Engkaulah yang menenunku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku.

Ajaiblah segala yang diperbuat-Mu.

*Selidikilah aku dan kenallah hatiku.
Ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.

Lihatlah bila serong jalanku.

Tuntunlah aku di jalan kekal-Mu.

Amin.



#





Uploaded Image

Selasa, 08 September 2026

2609091. Bersukacitalah dan bergembiralah karena besarlah upahmu di surga.

Rabu Pekan Biasa XXIII, 09 Sep 2026
PF S. Petrus Klaver, Imam
Bacaan I: 1Kor 7:25-31
Mazmur Tanggapan: Mzm 45:11-12.14-17
Bait Pengantar Injil: Luk 6:23ab
Bacaan Injil: Luk 6:20-26



Wanita mempesona tidak "selalu sempurna", tetapi ada campuran *kekuatan + kelembutan + misteri* yang membuat orang penasaran namun nyaman.

Ada 3 alasan wanita sering disebut "selalu mempesona":

*1. Daya tarik paling kuat, dari Sisi Biologi & Psikologi* ada  *Ekspresi & Empati*, dimana otak wanita rata-rata lebih aktif di bagian emosi & ekspresi wajah, sehingga orang merasa didengar dan dipahami oleh wanita. Lalu ada naluri *perawat* yang berperan mengasuh, merawat, membuat rasa aman melekat pada wanita sejak dulu. Terakhir, wanita *detail*, memperhatikan hal-hal kecil, mulai dari cara bicara, bergaya, memperlakukan orang, yang membuatnya berkesan.

*2. Dari Sisi Budaya & Sejarah*
Hampir semua budaya, wanita disimbolkan sebagai *Kecantikan + Kehidupan + Misteri*. Dari dewi Yunani Aphrodite, Ratu Cleopatra, sampai tokoh2 di dongeng anak-anak. 

*3. Dari Sisi Pribadi* wanita memiliki *Kepercayaan diri + Keunikan*  Wanita mempesona tidak selalu yang tercantik. Tapi yang *tahu potensi dirinya*, *memiliki semangat* dan *tulus*


Makanya Surat Pertama Rasul Paulus (yang tidak menikah) kepada jemaat di Korintus, menuliskan pendapatnya mengenai para gadis. Baiklah orang tetap dalam keadaannya.
1. Jika terikat pada seorang wanita, janganlah mengusahakan perceraian.
2. Jika tidak terikat pada seorang wanita, janganlah mencarinya.

Jika lelaki/ gadis kawin, tidak berdosa. Tetapi akan ditimpa kesusahan badani.



*Apakah itu Bahagia?
_Apakah itu Celaka?
#Siapakah yang menentukan seseorang Bahagia atau Celaka?


Injil Suci Lukas mengisahkan saat Yesus berkata (4 kalimat Bahagia dan 4 kalimat Celaka) kepada murid-murid-Nya,
1. "Berbahagialah, yang miskin,
karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah.
2. Berbahagialah, yang kini kelaparan,
karena kalian akan dipuaskan.
3. Berbahagialah, yang kini menangis,
karena kalian akan tertawa.
4. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci,
dikucilkan, dan dicela serta ditolak.
Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu
karena secara itu pula
nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.


5. Tetapi celakalah orang kaya,
karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan.
6. Celakalah yang kini kenyang,
karena kalian akan lapar.
7. Celakalah yang kini tertawa,
karena kalian akan berdukacita dan menangis.
8. Celakalah jika semua orang memuji kalian;
karena secara itu pula
nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."



*Ya Tuhan Allahku ...
Kulihat dan kusendengkan telingaku. 
Engkaulah tuanku maka kusujud kepada-Mu.
Dengan sukacita dan sorak-sorai kumasuki istana-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

2609081. Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Selasa Pekan Biasa XXIII, 08 Sep 2026
Bacaan I: Mi 5:1-4a
Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab.6cd
Bacaan Injil: Mat 1:1-16.18-23




Secara biologis, manusia normal *tidak bisa* hamil tanpa sperma laki-laki. Satu-satunya kasus perempuan "hamil tanpa lelaki" yang diakui/ tercatat dalam ajaran iman Kristen (& Islam), adalah Yesus (Nabi Isa). Nama perempuan itu *Bunda Maria (Maryam)* yang merupakan mukjizat dari Tuhan. "Roh Kudus akan turun atasmu" (Lukas 1:35)  

Teknologi saat ini baru mencatat 2 hal yang mendekati:
1. *Parthenogenesis*  
   Reproduksi tanpa pembuahan sperma yang terjadi pada hewan (seperti kadal, hiu, ayam). Tapi sampai sekarang belum pernah terbukti ada bayi manusia lahir karena parthenogenesis murni (Biasanya Embrio tidak berkembang).

2. *Bayi Tabung / IVF dengan Donor Sperma*  
   Perempuan bisa hamil tanpa "hubungan dengan lelaki", tapi tetap membutuhkan sel sperma donor di lab. *Belum ada bukti perempuan bisa hamil tanpa DNA laki-laki*.


Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut (menurut Injil Matius):
Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf,
ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati,
dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,
ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
"Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki,
dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya
dari dosa mereka."

Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan
yang dinyatakan oleh nabi,
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung
dan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan mereka akan menamai Dia Imanuel"

(yang berarti: Allah menyertai kita).



Nabi 'kecil' Mikha (750-686 SM) pernah bernubuat firman Tuhan:
"Hai Betlehem di wilayah Efrate,
hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda,
dari padamu akan bangkit bagi-Ku
seorang yang akan memerintah Israel,
yang permulaannya sudah sejak purbakala,
yang sudah ada sejak dahulu kala.
Ia akan membiarkan mereka
sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; ...
Ia akan ... menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan,
dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya;
... ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
dan dia menjadi damai sejahtera."



*Ya Tuhan Allahku .. 
Aku bersukacita dalam nama-Mu.
Aku percaya kepada kasih setia-Mu.

Hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.

*Aku mau menyanyi untuk-Mu.
Karena Engkau baik kepadaku.
Engkaulah Tuhan dan Gembalaku.
Kepada-Mu kupercayakan perjalanan hidupku.

Amin.

 
#




Uploaded Image

Minggu, 06 September 2026

2609072. Seluruh ciptaan berubah sesuai waktunya.


 Seluruh ciptaan berubah sesuai waktunya.
  Karena taat kepada perintah-Nya.
  Jika tahu sungguh bahagia.
Sehingga tidak mendapat celaka.



Ke padang rumput kumpulan kuda.
  Mereka melonjak-lonjak bagaikan anak domba.
  Mereka memuji Sang Pencipta.
Penguasa yang menyelamatkan mereka.



#



Uploaded Image

2609071. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal-Ku serta mendengar suara-Ku.

Senin Pekan Biasa XXIII, 07 Sep 2026
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Kor 5:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-6.7.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Luk 6:6-11




Tergetar hatiku saat membaca surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus,
tentang jangan menyombongkan diri, diantaranya karena berbuat cabul begitu rupa.
Perbuatan / Ragi yang sedikit ini dapat meresapi seluruh adonan.
Maka buanglah ragi yang lama,
supaya menjadi adonan yang baru,
yang tidak beragi.
Marilah kita berpesta, dengan roti yang tidak beragi,
yaitu kemurnian dan kebenaran.
Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih.


Ini menyadarkan saya bahwa tidak benar pikiran berbuat salah sedikit, tidak apa-apa, karena daging/ manusia lemah dan Tuhan Maha Rahim, tetapi berusahalah hidup suci bersama Tuhan.


Dan saya seringkali berpikir perlu menghormati hari Sabat/ lainnya jadi menunda pekerjaan baik. Saya membayangkan mungkin saya seperti Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang mengamat-amati Yesus,
kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat,
agar mendapat alasan untuk menyalahkan-Nya.

Yesus mengetahui pikiran mereka (saya).
Ia berkata kepada orang yang mati tangannya,
"Bangunlah dan berdirilah di tengah!"
Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah.

Lalu Yesus berkata kepada mereka (termasuk saya),
"Aku bertanya kepada kalian:
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
berbuat baik atau berbuat jahat?
Menyelamatkan orang atau membinasakannya?"


Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua (termasuk saya),
lalu berkata kepada orang sakit itu, "Ulurkanlah tanganmu!"
Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi (mungkin termasuk saya karena pikiran dan hati yang sempit).
Lalu mereka (termasuk saya) berunding,
apakah yang akan mereka (saya) lakukan terhadap Yesus (Orang hebat yang baik hati).


Saya merenung, seringkali ketidakmampuan / keterbatasan pikiran bisa membuat keputusan yang salah.



*Ya Tuhan Allahku...
Bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Engkau tidak berkenan akan kefasikanku.

Engkau benci terhadap kejahatanku.

Engkau jijik melihat penipuanku.

*Aku mau berlindung pada-Mu.
Berkenanlah Engkau menaungi daku.
Aju bersukaria dan mengasihi nama-Mu.
Aku bersukaria karena kasih-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

2609061. Allah mendamaikan dunia dengan diri Kristus dan Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Minggu Pekan Biasa XXIII, 06 Sep 2026
Bacaan I: Yeh 33:7-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9
Bacaan II: Rom 13:8-10
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




Salah satu yang menarik 'saya' dari ajaran kristen adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia,
karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Hal lainnya yang menjadi pemikiran & tantangan 'saya', adalah Nubuat Yehezkiel:
Jika 'saya' tidak berkata apa-apa kepada orang jahat,
Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban atas nyawanya dari 'saya', pada waktu-Nya.
Berarti saya' harus memperingatkan orang jahat supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi...
* Jika ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya,
tetapi 'saya' telah menyelamatkan nyawa 'saya'
* Jika ia bertobat, saya' telah menyelamatkan nyawa 'saya' (dan dirinya).

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
¹Jika ia mendengarkan nasihatmu,
engkau telah mendapatnya kembali.
²Jika ia tidak mendengarkan engkau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan ³jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai".





* Ya Tuhan Allahku...
Aku mendengar suara-Mu sekarang.
Aku bernyanyi-nyanyi bagi-Mu.
Bersorak-sorai bagi keselamatanku.

Dengan nyanyian mazmur kubersorak-sorai bagi-Mu.
Kumasuki dan kubersujud menyembah di hadapan Tuhan.
Aku mendengar suara-Mu  dan takkan mencobai dan menguji-Mu,
Sebab Engkaulah Tuhan Allahku,

Amin.



#



Uploaded Image

Rabu, 02 September 2026

2609021. Tuhan  mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Rabu Pekan Biasa XXII, 02 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 3:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13.14-15.20-21
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Luk 4:38-44





*Saya tertarik dengan Manusia Duniawi vs Manusia Rohani*  

*Bila Sumber hidupnya beda. Lalu Tujuannya beda. Hasilnya pasti beda.*

_*BAGAIMANA PINDAH DARI DUNIAWI KE ROHANI?_
1.  *Lahir Baru* - Perlu Roh Kudus 
2.  *Penuhi Roh Kudus tiap hari
3.  *Matikan kedagingan*

Ternyata manusia rohani bisa jatuh, tapi dia cepat bertobat dan bangkit lagi.

*Manusia duniawi* seperti HP tanpa charger (pakai baterai sendiri, cepat habis).  

*Manusia rohani* seperti HP yang selalu 'colok' (sumbernya dari Tuhan jadi tidak habis-habis).

Yesus menghendaki kita menjadi manusia rohani yang bisa diutus-Nya untuk mewartakan Injil Allah.



Menarik Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:
Dahulu aku tidak dapat berbicara kepada kalian
sebagai manusia rohani,
tetapi hanya kepada manusia duniawi
yang belum dewasa dalam Kristus.

Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu,
bukanlah makanan keras,
sebab kalian belum dapat menerimanya.
 
Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya,
karena kalian masih manusia duniawi.
Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, itu menunjukkan,
bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi.
Sebagian merasa dari golongan Paulus,
yang lain merasa dari golongan Apolos,
hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani.

Apolos dan Paulus,
Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman,
masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Aku yang menanam, Apolos yang menyiram,
tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu
yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,
melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama.
Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya.
Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah;
sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.




Suatu ketika Yesus pergi ke rumah Simon.
Adapun ibu mertua Simon sakit deman keras,
dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia.
Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu,
lalu menghardik demamnya.
Segera penyakit itu meninggalkan dia.
Wanita itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam,
semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus.
Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing
dan menyembuhkan mereka.
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak,
"Engkaulah Anak Allah."

Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara,
karena mereka tahu bahwa Ia Mesias.

Yesus berkata kepada mereka,
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah
sebab untuk itulah Aku diutus."





*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah bangsa
yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Engkau.

Suku bangsa yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Engkau memandang dari surga dan melihatku.
Engkaulah yang membentuk hatiku.

Dan memperhatikan segala pekerjaanku.

Jiwaku menanti-nantikan-Mu.

Engkaulah penolong dan perisaiku.
Karena-Mu bersukacitalah hatiku.

Aku percaya kepada kekudusan nama-Mu.
Engkaulah Tuhan Allah kekuatanku.

Amin.


#



Uploaded Image

Selasa, 01 September 2026

2609011. Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Selasa Pekan Biasa XXII, 01 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 2:10b-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 4:31-37




*Siapa saja yang tahu Yesus Kristus itu Tuhan?*  
Jawabannya: 
ada yang sadar sejak awal, 
ada yang baru ngerti belakangan,
 ada yang sampai sekarang masih nolak.


*Tahu karena wahyu*: 
Bapa, Roh Kudus, Malaikat, Maria  
*Tahu karena melihat mujizat*:
 Murid, orang banyak  
*Tahu karena kebangkitan*: 
Gereja awal. 

*Akan tahu semua orang*: 
Waktu Yesus datang kembali.

*Tidak mau tahu/ menolak*: 
Karena hati yang keras

*Kuncinya bukan cuma "tahu di kepala"*  
Setan juga tahu Yesus Tuhan. 

Yang diselamatkan adalah *mengaku + percaya + ikut* 

 *Roma 10:9*
_“Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu... maka kamu akan diselamatkan”_



Kisah menarik terjadi ketika 
Yesus pergi ke Kapernaum, di Galilea.
Yesus mengajar pada hari Sabat, orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,
sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di rumah ibadat itu, seorang yang kerasukan setan berteriak dengan suara keras,
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah."


Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya,
"Diam, keluarlah dari padanya!"

Maka setan menghempaskan orang itu
ke tengah-tengah orang banyak,
lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.

Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain,
"Alangkah hebatnya perkataan ini!
Dengan penuh wibawa dan kuasa
Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat,
dan mereka pun keluar."


Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.



Roh menyelidiki segala sesuatu,
bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Tiada manusia yang tahu
apa yang terdapat di dalam dirinya 
selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia.

Tiada orang yang tahu,
apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Kita menerima roh yang berasal dari Allah,
supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Kami menjelaskan hal-hal rohani
kepada mereka yang mempunyai Roh,
kami berbicara tentang karunia-karunia Allah
dengan perkataan yang diajarkan kepada kami
bukan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Kami memiliki pikiran Kristus.

Manusia duniawi
tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.
Ia tidak dapat pula memahaminya,
sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Sebab manusia rohani menilai segala sesuatu.

"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,
sehingga ia dapat menasihati Dia."





*Ya Tuhan Allahku
Engkau adil dalam segala tindakan-Mu.
Engkau pengasih dan penyayang kepadaku.

Engkau panjang sabar dan besar kasih setia-Mu.

Engkau baik kepada semua umat-Mu.
Engkau penuh rahmat terhadap ciptaan-Mu.

Segala yang Kaujadikan itu bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Kami mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
Kami membicarakan keperkasaan-Mu.

Memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu abadi dan lestari 
pemerintahan-Mu. 

*Engkau setia dalam segala perkataan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkaulah penopang bagi semua umat-Mu.

Engkau penegak dalam kelemahanku.

Amin.



#



Uploaded Image